SURABAYA - SUARA PUBLIK. Rekonstruksi kasus pembunuhan yang
dilatar belakangi oleh cinta tak direstui, digelar Selasa (11/10/2016). Dari
beberapa adegan yang dilakukan tersangka, dia sempat menyetubuhi korban sebelum
akhirnya mencekik leher korban hingga tewas.
Gadis naas yang dibunuh kekasihnya sendiri pada Kamis, (6/10/2016) bernama Ni
Made Prabawati Gowinda (18) memunculkan fakta baru saat kejadian tersebut di
rekonstruksi ulang. Dari kabar yang beredar jika korban yang semula hanya
dicekik setelah terlibat adu mulut terkait kelangsungan hubungan mereka. Nyatanya
korban dan pelaku sempat berhubungan badan sebanyak dua kali di semak-semak,
depan apartement Puncak Kertajaya.
Pelaku AR (17) bahkan sempat memukul wajah dan menginjak-injak perut korban
yang sudah tak bernyawa dengan wajah tertutup jaket. Sebelum akhirnya korban di
tutupi dengan tumpukan rumput ilalang.
Dalam Rekonstruksi yang digelar Selasa (11/10/2016) sekitar pukul 11.00 WIB di
TKP ditemukannya korban yang sudah tak bernyawa. Tersangka memperagakan dua
puluh adegan. Dari saat kedatangan korban dan tersangka di sore hari hingga
melakukan persetubuhan dan terjadinya pembunuhan. Selain itu di adegan
terakhir, pelaku meninggalkan korban yang sudah tertutup ilalang dengan membawa
motor serta barang-barang milik korban.
Mayat Ni Made ditemukan pihak Satrekrim Polrestabes Surabaya pada Minggu
(9/10/2016) dalam kondisi membusuk. Sebelumnya sempat ada laporan oleh pihak
keluarga jika Ni Made tidak pulang selama tiga hari.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga masih belum sempat
memberikan statement terkait kasus ini, pihaknya masih melakukan reksonstruksi
di beberapa lokasi guna mengumpulkan bukti dan fakta baru dilapangan.(TOM)
Editor : Pak RW