Kini Pitrad Nensi di Grebek, PPA Polrestabes Surabaya Dapat Acungan Jempol Dari Masyarakat.

suara-publik.com

SURABAYA - SUARA PUBLIK. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Surabaya makin getol memerangi tempat pijat yang memberi layanan plus-plus. Kali ini, tempat pijat di Surabaya digerebek lantaran diduga menyediakan terapis yang bisa memberi layanan pijat plus (berhubungan badan ).

Tempat pijat yang digerebek polisi, yakni pijat tradisional (Pitrad) Nensi Jalan Setro Surabaya. Tempat itu ternyata pelayannya tidak hanya memberi layanan pijat biasa. Melainkan bisa memberikan jasa plus-plus.

Saat menggerebek di Pitrad Nensi, polisi mendapati beberapa terapis yang sedang menerima tamu di dalam kamar. Ternyata di dalam kamar, terapis sedang melakukan hubungan badan. Tempat pijat yang dikelola Sumirah (42) ini ada enam terapis.

Tarif yang dipasang para terapis sebesar Rp 100 ribu jika pijat biasa. Sedangkan jika tamu meminta layanan plus-plus, sang tamu dikenai Rp 300 ribu - Rp 400 ribu "Saya mengelola dan meneruskan tepat ini dari orangtua. Saya tidak tahu kalau pekerja memberi layanan lebih selain pijat tradisional. Saya melarang," kata Sumirah, Kamis (27/10/2016).

Tidak hanya itu, tamu juga bisa membawa terapis ke luar untuk diajak bercinta. Jika dibawa ke luar, maka tarifnya lebih mahal. "Tempat pijat yang dikelola tersangka (Sumirah) sudah beroperasi tiga tahun. Ada tujuh pekerja yang bisa melayani pijat plus-plus, mereka juga bisa diajak kencan di luar. Kalau diajak keluar, tarifnya bisa sampai Rp 500 ribu" pungkas, Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Bayu Indra Wiguna.

Sementara itu Kusworo pengamat dunia malam dan salah satu pegiat di Komisi Penanggulangan Aids(KPA) Sawahan memberi acungan jempol pada kinerja PPA Polrestabes Surabaya. “saya sangat apreisit sekali pada kinerja Unit Perlindungan Peremepuan dan Anak(PPA) Polrestabes Surabaya. Sebab akhir-akhir ini gencar merazia Pitrad layanan plu-plus. Dengan ditutupnya lokalisasi, Pitrad plus menjadi salah satu penyebab penularan HIV Aids, papar Kusworo.

Masih Kusworo, semoga saja aparat dari PPA juga merazia tempat layanan plus yang lebih besar atau kelas elit yang jumlah sangat banyak di Surabaya ini. Seperti Salon, SPA dan Club yang sebenarnya tempat prostitusi terselubung. Bahkan menyediakan wanita asing sebagai terapisnya, imbuh Kusworo.(TOM)

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru