SURABAYA Suara-Publik. Gara-gara dilapori anak uangnya habis untuk main play station (PS). Agus Santoso (31), warga Jalan Tambak Asri Gading IV naik pitam. Bahkan, dengan emosinya tersangka mencari Sutrami (60), tetangganya dan mengancam akan menghabisinya dengan celurit.
Beruntung niat itu digagalkan warga dan segera menyerahkannya ke Polsek Krembangan berikut barang bukti celurit yang sudah dipakainya membacok kardus untuk menakuti pemilik rumah yang menyewakan PS ini.
"Tersangka emosi karena anaknya minta uang lagi untuk main PS. Saat kita periksa, tersangka sempat mengancam akan membunuh pemilik rumah kalau ketemu" jelas Kanit Reskrim Iptu Syaifudin mendampingi Kapolsek Krembangan Kompol Khoirul Anam, Senin (7/11).
Informasinya, seperti biasa Ilham (5), anak tersangka yang masih TK ini hampir tiap hari bermain PS di rumah korban. Karena tetangga dan jaraknya tidak terlalu jauh, ia menghabiskan waktunya di sana.
Tak jarang, tersangka yang kuli Margomulyo ini memanjakan anaknya untuk main PS dan diberi uang Rp 5 ribu. Uang itu dianggap tersangka cukup, karena untuk perjamnya hanya Rp 2 ribu.
Tetapi sore itu, tiba-tiba anak tersangka pulang dan lapor ke tersangka untuk minta uang lagi. Sontak tersangka yang dalam kondisi lelah usai pulang kerja emosi dan menuding kalau anaknya ditipu sama korban.
Tanpa berpikir panjang, tersangka yang menyimpan celurit di atas lemari untuk jaga diri itu lalu mengambil dan menentengnya ke rumah korban. Waktu itu di rumah tersangka bertemu istri korban, Baitiyah (52), sedangkan Sutrami sendiri di lantai atas.
Tanpa banyak bicara, tersangka berteriak-teriak mencari Sutrami dan membabi buta melayangkan celuritnya ke kardus yang ada di becak. Baitiyah sempat ketakutan karena tersangka terus memanggil nama suaminya, tanpa tahu penyebabnya.
Warga yang mengetahui tersangka seperti orang kesurupan langsung menenangkan dan mengamankannya. Karena dianggap cukup membahayakan, lalu tersangka diserahkan ke Polsek Krembangan.
Di hadapan penyidik, tersangka mengaku emosi karena anaknya ditipu oleh tetangganya. “Biasanya Rp 2 ribu itu satu jam, masak Rp 5 ribu cepat sekali,” ujarnya, kemarin. ( TOM)
Editor : Pak RW