SURABAYA-
SUARA PUBLIK. Setelah berhasil menggasak tiga unit motor dari lima
TKP, pasangan muda bernama Much. Wahyu Baktiar Maipura (21) warga Pacar
Keling Gg I no 4 Surabaya dan istrinya Edelwis Rindu Bungkasih (24)
warga Gubeng Kertajaya gg VD no 7 Surabaya ini akhirnya terhenti di
tangan Reskrim Polsek Gubeng Surabaya. Keduanya diamankan setelah
beraksi di samping Masjid Asyura Gubeng Kertajaya XI, pada Jum'at
(25/11/2016).
Dalam
aksinya, Pasangan nikah siri ini membagi tugas dan peran masing-masing,
Wahyu sebagai pemetik, sedangkan istrinya bertindak sebagai pengambil
motor sarana.
"Saya
awalnya keliling cari parkiran yang tidak dijaga pak, saya kemudian
parkir motor di samping motor milik korban, kemudian saya mengamati
situaso, saat aman saya pakai kunci T untuk merusak kuncinya, setelah
itu saya hubungi istri saya untuk ambil motor sarana yang terpakir di
motor milik korban tadi," aku tersangka di Mapolsek Gubeng, Minggu
(27/11/2016).
Selain
itu, tersangka juga mengaku jika uang hasil penjualan sepeda motor
curian itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan sisanya buat beli
sabu.
"Biasanya
dapat satu juta, jualnya ke Madura, uangnya buat susu anak, sama buat
beli Sabu," imbuh pasangan yang punya satu anak ini.
Kanit
Reskrim Polsek Gubeng, AKP I Gede Made Wasa mengatakan jika pasangan
ini merupakan komplotan spesialis pencurian bermotor, bahkan, Wahyu
adalah residivis dengan kasus pencurian di polsek Gubeng selama tiga
kali.
"Dari
hasil penyidikan, ternyata mereka ini komplotan, kami masih
melakukanpengejaran terhadap rekannya yang lain, bahkan tersangka Wahyu
ini merupakan residivis yang sering kekuar masuk penjara dalam kasus
pencurian," ungkap Made.
Made
menambahkan jika, terhitung sudah lima kali kawanan ini melakukan
aksinya, diantaranya, Jalan Kertajaya VII, Dukuh Kupang, Kampung Malang,
Simo dan terakhir di Samping Masjid Asyura Jalan Gubeng Kertajaya XI
Surabaya. Pelaku juga terpaksa di bubuhi timah panas pada kaki bagian
kirinya, karena sempat mencoba kabur saat diamankan.
Selain
mengamankan pelaku, petugas juga membawa sepeda motor Honda Vario Nopol
L 4598 DF sebagai sarana dan uang tunai sebesar 1 juta rupiah sisa
hasil penjualan.(TOM)
Editor : Pak RW