SURABAYA-
SUARA PUBLIK. Tak terima lantaran dituding melindungi santrinya,
Muhammad Junaidi 33 tahun warga Jl. Indrapura yang kos di Jl. Kalimas
Baru III kalap dan membacok Ahmad Reza Musaeil 43 tahun kiai asal Jl.
Sidotopo Wetan II.
Ulah
nekat tersangka yang juga santri ini lantaran dirinya takut kedoknya
sebagai pelaku curanmor (pencurian kendaraan bermotor) dibongkar oleh
Sujak, santri dari korban.
"Korban
mengalami luka dibagian kepala, jari kiri, dan punggung," terang
Kapolsek Kenjeran AKP Ahmad Faisol Amir didampingi Kasubag Humas Polres
Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKP Sugiarti Jumat di Mapolsek Kenjeran
Jumat 2/11.
Faisol melanjutkan, setelah
kejadian korban tidak melapor ke polisi. Rencananya, akan diselesaikan
secara tradisi. "Setelah tahu kejadiannya, korban kami imbau untuk
melapor. Dari sini, tersangka kita tangkap berikut barang bukti pisau
penghabisan," tambah mantan Kasat Lantas Polres Bondowoso ini.
Informasinya,
tersangka selama ini dikenal sebagai pelaku curanmor yang mempunyai jam
terbang cukup tinggi. Dalam aksinya, tersangka selalu bersama Sujak
yang merupakan santri dari korban. Tak tanggung-tanggung, sembilan TKP
sudah pernah diobok-obok tersangka yang tak jarang melukai calon
korbannya jika melawan.
Ternyata, di saat
tersangka membutuhkan Sujak dan tak ada, dirinya selalu ketakutan jika
Sujak akan lapor polisi. Seperti terakhir kemarin, dalam kondisi
pengaruh minuman keras (miras). Tersangka yang sudah menyelipkan pisau
penghabisan lalu mendatangi rumah korban untuk mencari Sujak.Setibanya di sana, tersangka bertemu korban. Tersangka lalu menanyakan keberadaan Sujak, tetapi oleh korban dikatakan tidak ada.
Ini
yang membuat tersangka emosi, dan terjadi percekcokan. Karena dianggap
menghalangi dan menyembunyikan Sujak, tersangka lalu mencabut pisaunya
dan menyerang korban.Serangan
pertama langsung mengarah kepala korban. Melihat korban menahan rasa
sakit, tersangka semakin membabi buta dan membacok untuk kedua kalinya
tetapi ditangkis.
Mengetahui
pisaunya ditangkis, tersangka kembali menyarangkannya ke arah punggung.
Keributan ini membuat para santri korban berhamburan keluar, dan
tersangka langsung kabur.Pada waktu itu, korban tak melapor polisi. Apalagi dari masukan beberapa santrinya, harus dibalas dengan cara yang sama.
Rencana
itu terendus polisi. Polisi mencoba mendekati korban secara baik-baik,
dan mengimbaunya untuk lapor. Setelah dirundingkan kembali dengan
santrinya dari Jombang dan Bangkalan, akhirnya korban lapor.
Dari
sini, akhirnya polisi langsung bergerak dan mendapati tersangka di
Indrapura. Berikut barang bukti, tersangka digelandang ke mapolsek.
Di
hadapan penyidik, tersangka mengaku menyesal telah menganiaya korban
yang juga dianggap sebagai kiainya sendiri. "Saya kalap dan dalam
kondisi mabuk. Itu kiai saya juga," sesal tersangka. (TOM)
Editor : Pak RW