Bondowoso, Suara Publik
Setelah satuan lalulintas melakukan pengamanan terhadap 22 sepeda motor (Ranmor) yang menggunakan knalpot brong pada malam Natal. Akhirnya ditindak lanjuti oleh Kapolres Bondowoso agar sepeda tersebut diganti dengan kenalpot standart nasional Indonesia (SNI).
Kapolres Bondowoso, AKBP Afrisal,SIK, didampingi Kasat Lantas, AKP Hadi Siswoyo saat menyaksikan para pemilik ranmor yang mengganti knalpot standart, mengatakan, bahwa Lalulintas telah melakukan penindakan terhadap pengemudi ranmor dalam rangka operasi Lilijn Semeru 2016.
Biasanya menjelang tahun baru nanti, kata AKBP Afrisal, motor-motor akan dirubah oleh pemiliknya, seperti merubah knalpot, roda dan yang lainnya, bahkan diprotoli dan dilepas semua. Dan yang paling mengganggu adalah knalpot brong ini.
“Ini sangat mengganggu sekali, bahkan bisa membuat ketersinggungan akibat dampak dari bunyi knalpot brong ini, dan bisa menimbulkan perkelahian,”kata Kapolres.
Oleh karena itu, Polres Bondowoso dibawah pimpinan Kasat Lantas, pada saat tanggal 24 Desember kemarin, telah mengamankan 22 ranmor yang menggunakan knalpot brong, ini dalam rangka operasi penertiban motor yang tidak sesuai dengan aturan.
“Maka, bagi pengendara ranmor yang mengunakan sepedannya yang tidak sesuai dengan specifikasi SNI akan ditindak untuk diamankan. Dengan catatan, sepeda itu bisa diambil asalkan digantiu dengan yang SNI,”tegasnya.
Meski operasi Lilin Semeru 2016 akan berakhir pada bulan Januari 2017 nanti, Kepoilisian Resort Bondowoso akan terus melakukan razia knalpot brong, sehingga dipastikan tidak ada lagi bunyi ranmor yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Razia ini pula, kita menindaklanjuti Kapolres Bondowoso sebelumnya, yakni Pak Sabilul Alif, kemudian dilanjutkan oleh Pak Djadjuli. Dan saya selaku generasi penerus mereka akan bertindak tegas seperti apa yang telah dilakukan oleh beliau,”ujarnya.
Selain razia knalpot brong, sambung Afrisal, pihaknya akan merazia ranmor yang sudah dimoditifkasi. Karena menurut Kapolres ranmor yang seperti itu kadang-kadang tidak ada surat-suratnya.
“Dan kita berharap kepada club-club motor yang ada di Bondowoso, untuk tetap tertib, walaupun itu motor lama, dan dapat menunjukkan cinta kedamaian dan cinta ketertiban,”terangnya.
Dengan demikian, pengemudi ranmor tidak ada keraguan apabila ada operasi lalulintas dijalan, karena ranmor yang mereka kendarai sudah sesuai dengan SNI, sehingga mereka dalam mengemudikan kendaraannya tenang.
“Mudah-mudahan apa yang kita sampaikan ini dapat didengar oleh mereka-mereka yang saat ini mengganti knalpotnya yang lebih bagus,”imbuhnya.(her).Editor : Pak RW