Kasat Lantas Ancam Sita Sepeda Motor Siswa Yang Tak Punya SIM

suara-publik.com

 

BONDOWOSO, Suara Publik - Jajaran Sat Lantas Polres Bondowoso kembali menggelar sosialisasi larangan membawa kendaraan ke sekolah bagi pelajar yang belum memiliki SIM. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya yang melibatkan pelajar. 

Namun kali ini Kasat Lantas yang didampingi Kanit Patroli, Kanit Laka, Kanit Dikyasa dan sejumlah anggota Staf SIM melaksanakan sosialisasi melalui media Radio Mahardika.

Kasat Lantas Polres Bondowoso AKP Hadi Siswoyo menjelaskan, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar beberapa kali masih terjadi di Kabupaten Bondowoso. Sehingga untuk menekan angka kecelakaan yang terus menerus terjadi, pihak kepolisian memberikan sosialisasi, termasuk melalui radio.

“Dua bulan terakhir ini, ada 3 pelajar yang mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia, oleh karena itu, saya tidak kejadian seperti terulang lagi,”kata AKP Hadi Siswoyo.

Kasat lantas mengancam, jika larangan ini diabaikan maka pihaknya akan menyita kendaraan siswa yang bersangkutan, dan akan diamankan sekaligus dikeluarkan surat tilang.

“Ini kita lakukan semata-mata untuk menyelamatkan mereka, karena mereka belum saatnya mengemudi sepeda motor, apalagi anak usia sekolah masih labil dalam mengemudi sepeda motor,”ujarnya.

Namun, Kasat berharap, agar orangtua memahami dan mengerti terhadap penindakan ini karena bertujuan untuk melindungi keselamatan anak. Jangan sampai justru orangtua yang malah menjerumuskan anaknya dalam musibah kecelakaan lalulintas karena faktor kelalaian.

“Kita menghimbau kepada warga masyarakat Bondowoso, agar yang melarang anaknya mengemudi sepeda motor. Karena sangat beresiko tinggi, anak-anak itu cenderung kebut-kebutan dijalan. Sehingga membahayakan dirinya dan orang lain,”tegasnya.

Ia menambahkan, selama ini pihaknya sudah gencar melaksanakan sosialisasi ke sekolah. Sebab masih banyak ditemukan yang nekat mengendarai motor ke sekolah, padahal kebanyakan dari mereka belum memiliki SIM karena masih dibawah umur. Namun, terkadang mereka masih beralasan karena jarak tempuh dari rumah kesekolah jauh.

“Kalau masalahnya adalah jarak, kan bisa dianterkan orang tua atau naik kendaraan umum”. imbuhnya.(her)

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru