BONDOWOSO, Suara Publik - Banyaknya berita ‘hoax’ di berbagai media sosial yang berbau provokatif dengan tujuan memecah belah persatuan bangsa. Membuat Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana gerah, dan meminta masyarakat waspada agar tidak terpancing berita tersebut.
Disela-sela kunjungan kerjanya ke Kodim 0822 Bondowoso dua hari yang lalu. Pangdam mengatakan, masyarakat bersama TNI/Polri harus bersama-sama mewaspadai berita hoax yang berbau adu domba. Sebab, menurut perwira bintang dua ini, tidak mungkin TNI bekerja sendiri untuk mengatasi berita hoax itu.
“Jadi kita harus meningkatkan kewaspadaan kita secara bersama-sama,” kata Pangdam kepada sejumlah wartawan.
Menurutnya, berita hoax yang provokatif berupaya mengadu domba bangsa sehingga terpecah belah. Upaya ini sama halnya dengan yang dilakukan kaum komunis. Sehingga masyarakat harus bisa memilah informasi atau berita yang bersifat hoax dan yang bersifat positif.
“Oleh karena itu, saya menghimbau kepada masyarakat, kalau ada berita yang bersifat provokatif, kita tidak usah menyebarluaskannya, agar tidak mudah di adu domba,” tegasnya.
Lebih jauh Pangdam menegaskan, penyebaran berita hoax yang lagi marak saat ini ada campur tangan dari pihak asing yang ingin menguasai Indonesia. Karena Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam.
“Dunia mengakui, kalau kita memiliki sumber daya alam yang sangat kaya, sehingga mereka ingin menguasai dengan menggunakan segala cara. Bisa melalui kebijakan-kebijakan dan lain sebagainya,” terangnya.
Dengan demikian, Pangdam berharap kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan berita hoax sehingga stabilitas nasional dapat terjaga dan tujuan pembangunan nasional dapat segera terwujud.
“Kalau ekonomi kita stabil, bisa membangun dengan baik, bisa cepat mencapai tujuan nasional kita, dan mereka akan takut sama kita, karena kita akan menjadi Negara yang besar,” imbuhnya.(her)
Editor : Pak RW