Kecil-kecil Sudah Lihai Jadi Jambret

suara-publik.com

Surabaya Suara-Publik.  kendati bertubuh kecil dan berusia muda, tiga komplotan penjambret jalanan yang kerap meresahkan warga Surabaya ini akhirnya berhasil dibongkar unit reskrim Polsek Tambaksari Surabaya. Satu diantara penjambret belia ini dititipkan di Bappas mengingat usianya masih dibawah 18 tahun.

 

Ketiga tersangka adalah M. Rois (21) warga Bonowati II nomor 30 Surabaya dan rekannya SA (15) warga Bonowati II nomor 19 Surabaya dan Samsul Arifin (19) warga Donowati gang II Surabaya.

 

Penangkapan ketiga tersangka ini dilakukan dalam waktu dan tempat berbeda. Awalnya polisi menangkap dua pelaku bernama Rois dan SA, pada Senin (6/3) malam, sesaat setelah melakukan aksi penjambretan di depan Stasiun Gubeng Lama, Raya Gubeng Surabaya.

 

Saat itu, kedua tersangka sedang menjambret sebuah handpone milik Agussina Hayu yang menggunakan Handponenya pada saat dibonceng oleh temannya. Korban yang saat itu kaget Handponenya dirampas, spontan berteriak. 

 

"Kemudian dari teriakan korban, anggota Opsnal kring serse kami yang ada di sekitar stasiun Gubeng langsung melakukan pengejaran dibantu dengan warga, hingg akhirnya kedua tersangka ini berhasil ditangkap di jalan Dr. prof Mustopo," terang Kapolsek Tambaksari, Kompol David Triyo Prasojo, Selasa (14/3).

 

Setelah berhasil diamankan, kedua tersangka lantas dibawa ke Mapolsek untuk dilakukan penyidikan. Hingga akhirnya, polisi melakukan pengembangan dan menanhkap satu orang kawanan mereka bernama Samsul Arifin.

 

Dari pengakuannya, M. Rois dan SA sudah melakukan aksi kejahatannya sebanyak 15 kali, sedangkan Saiful Arifin melakukan aksi penjambretanya sebanyak lima kali. Sasaran kawanan ini sama, yakni perempuan yang melintas pada malam hari dan di tempat yang sepi.

 

"Saya sudah lima belas kali beraksi, sasarannya perempuan mas, biasa dijual ke temen, uangnya dibagi rata buat minum miras sama dugem di Stadium," aku M. Rois.

 

David juga menambahkan jika kawanan ini mengintai beberapa tempat sepi seperti  Pacar Keling, Jl Residen Sudirman, Jl Tapak Siring, Jl Setro, Jl Kenjeran, Jl Pahlawan, Jl Prof Mustopo, Jl Gubeng, dan Jl Genteng Surabaya.

 

"Mereka sering beraksi di jalan tersebut, apalagi pada jam-jam rawan dengan sasaran perempuan," pungkas mantan Kasatlantas Polres Ponorogo.(TOM).

 

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru