Surabaya Suara-Publik. Lantaran sudah terlanjur ketagihan, M. Soleh (29) warga jalan Karangan Surabaya ini nekat menyetok sabu untuk dikonsumsinya. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan toko ini ditangkap di rumahnya, Jum'at (3/3) sekitar pukul 00.30 WIB. Setelah melakukan penggeledahan, polisi menemukan satu poket sabu sebera 0,30 gram yang disimpan di dalam lemari tersangka.
Dari pengakuannya, Soleh mendapat barang itu dari temannya bernama Arif (28) warga Gunungsari I Surabaya. Tak butuh waktu lama polisi pun akhirnya memburu Arif dan berhasil menangkapnya didalam rumah.
Setelah dilakukan penyidikan sementara, Arif kemudian mengaku jika dirinya merupakan perantara dari seorang pengedar bernama Doni Marianto (33) warga jalan Pulosari II Surabaya.
Kanit Reskrim Polsek Wiyung, AKP Sugimin mengatakan jika penangkapan terhadap tiga tersangka penyalahguna narkoba jenis sabu ini diawali oleh informasi masyarakat.
"Saat itu kami tangkap satu tersangka bernama Soleh, kemudian kami kembangkan dan berhasil mengamankan dua tersangka lain yakni Arif dan seorang pengedar bernama Doni," terang Sugimin, Rabu (15/3).
Kejadian itu bermula saat Soleh hendak membeli sabu untuk dikonsumsi dan digunakan pesta bersama teman-temannya Sabtu (4/3). Soleh kemudian menghubungi Arif dan memberikan uang sebesar 400 ribu. Selanjutnya Arif memberikan uang tersebut kepada Doni untuk ditukar sabu.
Selanjutanya Arif dan Soleh menentukan lokasi untuk memberikan sabu yang diinginkan oleh Soleh. Mereka sepakat untuk bertemu di SPBU Kedurus Surabaya pada Kamis (2/3) sore.
"Setelah dapat barang saya langsung pulang, saya simpan dalam lemari, lah Jum'at dini hari ada penggerebekan. Rencanya akan saya buat pesta sabu hari Sabtu pak," tersang Soleh.
Sementara itu, satu tersangka pengedar yakni Doni Marianti mengaku baru sebulan menjajakan sabu. Penghasilan sebagai kernet mikrolet tak membuat kebutuhan hidupnya tercukupi. Doni juga mengaku jika barang haram tersebut ia dapat dari temannya bernama Klowor di sekitar pasar Sepanjang Surabaya.
"Kerjaan jadi kernet gak punya duit banyak pak, buat kebutuhan masih kurang, terpaksa saya jual sabu," aku Doni sambil tertunduk menyesal. (TOM).
Editor : Pak RW