SURABAYA
Suara Publik - Minggu (19/3) dini hari kemarin hal tak biasa terlihat di jalan
Undaan Wetan tepat di samping Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya. Tak
lebih dari lima orang anggota polisi berseragam dinas lengkap terlihat
di tengah jalan sambil membawa ref buton revolbing light sedang
mengarahkan beberapa kendaraan roda dua untuk menepi. Sementara itu,
puluhan polisi berpakaian preman juga diterjunkan untuk memeriksa
barang, serta kelengkapan kendaraan bermotor yang melintas di jalan
tersebut, sedang beberapa lainnya berada di ujung jalan akses masuk
jalan undaan guna melakukan penyekatan.
Diantara
puluhan anggota yang terdiri dari polsek jajaran Rayon 2 Polrestabes
Surabaya yakni Polsek Genteng, Polsek Wonokromo, Polsek Tegalsari, dan
Polsek Sawahan Surabaya berdiri sekitar 5-7 orang anggota Tim Anti
Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya yang dipimpin oleh IPTU Arief
Rizki Wicaksana.
"Malam
ini, tim Anti Bandit melakukan giat operasi penyekatan bersama polsek
jajaran Rayon 2 pada pukul 01.00 WIB, kami pilih jalan Undaan ini
mengingat di jalan ini sangat rawan aksi kejahatan," terang Iptu Arief
di sela-sela pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor pengguna jalan,
Minggu (19/3) 01.30 WIB.
Terlihat
beberapa kendaraan melintas diperiksa satu per satu, hasilnya empat
sepeda motor diamankan lantaran pengendaraanya tak dapat menunjukan
kelengkapan surat-surat kendaraan.
Sementara
itu, di ujung jalan arah Undaan Wetan, salah satu pengendara menabrak
trotoar jalan lantaran mencoba memutar balik arah kendaraan dengan
melawan arus. Karena sudah ada beberapa anggota yang melakukan
penyekatan, pengendara motor ini bingung dan hilang kendali hingga
menabrak trotoar. Beruntung tak ada luka serius yang dialami oleh
pengendara tersebut. Setelah diperiksa, pengendara yang mengaku bernama
Tosen (21) warga jalan Sidorame Surabaya ini terlihat sedang dalam
pengaruh minuman keras. Saat ditanyai oleh polisi, Tosen justru
memperlihatkan gelagat yang mencurigakan. Hingga akhirnya, polisi
membuka jok motor Tosen dan menemukan beberapa baju wanita serta dompet
dan juga sebuah senjata tajam. Tosen pun tak dapat menunjukan surat
kendaraan yang sedang dipakainya itu. Guna onterogasi dan penyidikan
lebih lanjut, Tosen akhirnya digelandang ke Mapolrestabes Surabaya
dengan tangan terborgol.
"Satu
kejadian menonjol memang ada seorang pengebdara yang mabuk, saat kami
periksa di dalam bagasi motornya ada beberapa pakaian wanita serta
sebuah dompet dan satu senjata tajam jenis pisau, saat kami tanyai
pengakuannya pakaian tersebut miliknya, sedangkan motor yang sedang
digunakan merupakan milik kakaknya, alibi yang tidak masuk akal
sebenarnya, selain itu saat kami cek handpone milik yang bersangkutan
ada percakapan jika salah satu temannya punya masalah dengan seseorang
di cafe Heaven," imbuh Arief.
Perwira
dengan dua balok dipundak ini juga mengatakan jika giat operasi
penyekatan oleh Tim AntiBandit Satreskrim Polrestabes Surabaya ini akan
terus dilakukan secara rutin dan berkala pada eilayah dan jam-jam rawan.
"Nantinya
Tim Anti Bandit beserta polres jajaran akan terus melakukan giat
penyekatan semacam ini, untuk mengurangi dan memerangi aksi kejahatan
jalanan guna mewujudkan kenyamanan warga kota Surabaya,' pungka Arief.
Total
hasil temuan giat Tim Anti Bandit dan jajaran Polsek Rayon 2 terdiri
dari empat kendaraan tanpa kelengkapan surat-surat dibawa ke Mapolsek
Genteng beserta para pengendaranya untuk proses lebih lanjut, serta satu
pengendara yang kedapatan membawa sajam dan tak memiliki surat
kelengkapan kendaraan dibawa ke Mapolrestabes guna dilakukan
penyidikan.(TOM)
Editor : Pak RW