Surabaya Suara Publik - Setelah cukup lama tak terdengar kabar terkait peredaran uang palsu di Surabaya. Kali ini Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil mengungkap peredaran uang palsu di wilayah Surabaya utara. Dengan menangkap satu orang kurir yang hendak mengantar uang palsu tersebut kepada seseorang.
Satu orang tersangka yang bertindak sebagai kurir adalah Munir (64) warga Camplong, Sampang Madura. Ia ditangkap saat hendak mengantar uang palsu di jalan Kedinding Surabaya.
Saat itu, Munir membawa uang tunai dalam tas yang sudah dibendel masing-masing satu juta rupiah sebanyak dua puluh bendel. Uang tersebut dibeli oleh seseorang dengan harga 3 juta per 10 juta uang palsu.
Dari transaksi tersebut Munir mendapat bagian senilai 500 ribu dari tiap kali transaksi. Namun apes, saat mengantar ke lokasi tujuan, Munir tidak tahu jika calon pembeli tersebut merupakan anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang melakukan upaya penyelidikan terhadap informasi awal dari masyarakat.
“saya cuma disuruh antar saja, itu bos saya yang komunikasi sama pembeli dan tentukan lokasi, eh saya langsung ditangkap,” kata Munir sambil tertunduk.
Setelah dilakukan penyidikan terhadap Munir, ia mengaku sudah tiga kali melakukan transaksi di seputar wilayah Surabaya Utara. Pria asal Sampang ini sudah jelas mengetahui jika uang yang diantar kepada calaon pembeli tersebut merupakan uang palsu yang dibuat oleh jaringannya.
“ya memang benar, jika uang tersebut sudah kami cek ke pihak Bank Indonesia dan memang pihak BI menyatakan jika uang tersebut palsu,” terang AKP Sugiarti, Kasubbag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Tak berhenti sampai disitu, polisi kemudian mengeler Munir ke sebuah rumah, tempat bos Munir bernama Saniri(DPO) warga Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura. Tapi polisi belum beruntung. Saat melakukan penggerebekan di rumah tersebut, polisi menemukan penghuni rumah sudah tidak ada dan rumah dalam keadaan kosong.
“kami berupaya melakukan pengembangan siapa pembuat uang palsu ini, sampai di sebuah rumah yang ditunjukan tersangka Munir, kami tidak menemukan apapun. Diduga penggerebekan yang kami lakukan bocor, sehingga pelaku berhasil kabur. Tapi kami tak berhenti, akan terus melakukan pengejaran terhadap identitas pelaku lain yang sudah kami kantongi,” imbuh Sugiarti.
Sugiarti menambahkan, kualitas uang palsu yang dibuat oleh komplotan ini dinilai Bank Indonesia termasuk salah satu yang terbaik. Benang sulam hingga cetakan warna dan gambar sangat mirip aslinya jika dilihat sekilas. Namun kekurangan uang palsu ini adalah dari bahan kertas yang dibuat.
“sebagai upaya antisipasi, masyarakat dapat mengidentifikasi uang palsu yang terlanjur beredar dengan cara dilihat,diraba dan diterawang, sebab tidak ada uang palsu yang sempurna,” pungkas polwan dengan balok tiga di pundak ini.
Selain mengamankan tersangka, polisi juga membawa sejumlah barang bukti berupa 200 lembar uang palsu pecahan 100 ribu dengan total 20 juta rupiah, satu unit Handpone sebagai alat komunikasi guna transaksi.(TOM).
Editor : Pak RW