Kungker Kapolda Jatim Diwarnai Aksi Boikot Oleh Wartawan Bondowoso

suara-publik.com

 

BONDOWOSO, Suara Publik Kunjungan kerja (Kungker) Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Machfud Arifin, ke Mapolres Bondowoso, diwarnai aksi boikot oleh sejumlah jurnalis. Aksi boikot tersebut dipicu ketidak harmonisan antara sejumlah wartawan dengan Polres.

            Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Lintas Media (FJLM) Bondowoso ini melakukan boikot merupakan bentuk protes kepada Polres Bondowoso yang dianggap tidak kooperatif kepada para pewarta.

Hal itu diungkapkan oleh Koordinator FJLM Bondowoso, Bastiyar Arifin. Ia mengatakan, aksi boikot ini juga sebagai peringatan kepada seluruh jajaran Kepolisian khususnya di Bondowoso agar tak menyepelekan tugas para Jurnalis yang melakukan tugasnya sebagai pemberi informasi kepada masyarakat.

“Kami memilih aksi boikot dengan tidak meliput terkait kegiatan kunjungan Kapolda Jatim ke Bondowoso hari ini sebagai bentuk protes agar Polres Bondowoso bisa introspeksi. Sehingga tak lagi meremehkan kerja para Jurnalis yang sedang menjalankan tugasnya,” kata Bastiyar Arifin, Kamis (6/4/2017).

Ia menegaskan, aksi ini tak hanya memboikot pemberitaan terkait kunjungan Kapolda, namun seluruh kegiatan dan berita yang terkait langsung dengan Polres Bondowoso. Meski begitu ia belum bisa memastikan kapan aksi boikot ini berakhir.

Boikot akan kami lakukan sampai ada solusi dari pihak Polres Bondowoso. Karena kami merasa selama ini hanya dijadikan media pencitraan oleh polres Bondowoso, sedangkan Polres sendiri seperti tidak mau tahu tentang bagaimana kami melaksanakan tugas,”tegasnya.

Kendati Polres Bondowoso sudah melakukan kerjasama dengan jurnalis yang tidak sejalan dengan wartawan yang tergabung dalam FJLM, pihaknya tetap menghormati. Namun, FJLM tidak akan menyurutkan aksi tersebut. Sebab, FJLM sudah siap menerima segala konsekwensi yang akan terjadi kedepan.

“Kami yakin, teman-teman akan tetap solid dan tidak akan luluh sesuai dengan pernyataan yang telah kami sepakati,”ujarnya.

Sekedar diketahui, sehari sebelumnya, FJLM sudah mengeluarkan surat pernyataan sikap memprotes sikap Polisi yang dianggap tak kooperatif kepada pekerja media.

Dalam siaran persnya FJLM menyebutkan, sikap tak kooperatif ditunjukkan di beberapa kasus yang diungkap oleh Polres Bondowoso kerap menunda untuk memberikan keterangan kepada media secara langsung saat peristiwa terjadi.

Alasan yang sering disampaikan adalah, pernyataan resmi akan diberikan saat rilis dilakukan beberapa hari setelah peristiwa. Sementara, jurnalis selalu dituntut untuk menyajikan informasi yang aktual. Sehingga berita tersebut tidak basi.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Polres Bondowoso, terkait aksi boikot tersebut.(her)

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru