Pasuruan, Suara-Publik. Pelabuhan Pasuruan yang berada di pantai pesisir utara semakin layu dari aktifitas bongkar muat kapal barang.
Dua kapal kayu bertonase sekitar 25 Ton yakni KLM Ramayana yang dinakodai Supri warga kabupaten sampit serta KLM Citra Pelamar asal kepulauan Maluku yang mengangkut kayu dari dari pulau Kalimantan.
"kami bersandar pada minggu yang lalu dan langsung bongkar muatan, Saat ini kami tengah menunggu muatan" Kata Supri.
Kepala Shahbandar Pelabuhan Pasuruan F.A Agoes saat dihubungi Suara Publik mengungkapkan bahwa sepinya aktifitas pelabuhan dari bongkar muat kapal barang disebabkan karena pendangkalan pantai yang menyebabkan kapal berukuran besar diatas tonase 25 Ton tidak bisa berlabuh di Dermaga.
"dua tahun yang lalu memang ada aktifitas pengerukan pantai, namun Hal ini tidak cukup membantu karena tingkat sedimentasi di dermaga ujung sanagra tinggi dan hanya menyisahkan kedalaman tidak lebih dari dua meter, " Tandas Agoes.
Pelabuhan Pasuruan semenjak sepi dari aktifitas bongkar muat barang beralih fungsi menjadi pelabuhan rakyat guna sandaran kapal nelayan dan juga dimanfaatkan untuk sarana rekreasi keluarga tanpa dipungut biaya,(dyt).
Editor : Pak RW