Eks Lokalisasi Moroseneng di Obok-Obok, 23 Orang Diamankan Aparat.

suara-publik.com

Surabaya Suara-Publik. Kendati eks lokalisasi diwilayah Sememi Benowo Surabaya resmi ditutup oleh walikota surabaya pada 4 tahun lalu. Praktek prostitusi di Moroseneng Sememi kembali marak se akan tiada hentinya. Bisnis haram ini sudah tak asing terdengar oleh khalayak umum.

 

Terbukti, Unit Tipiring Sat Sabhara Polrestabes Surabaya, minggu (14/5/2017) sore Tadi, berhasil membongkar sebuah Wisma di jalan Sememi Gg.2 Benowo Surabaya  yang diduga dijadikan tempat Prostitusi terselubung.

 

"Kasat Sat Sabhara Polrestabes Surabaya AKBP Awan Hariono menjelaskan, iya tadi anggota kami berhasil menggerebek sebuah rumah bekas komplek Wisma yang dijadikan tempat  praktek prostitusi terselubung yang berkedok sebuah kos kosan" papar Awan, minggu (14/5/2017).

 

AKBP Awan Hariono juga menambahkan, terbongkarnya bisnis praktek esek-esek terselubung ini, berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan kalau di sebuah Wisma di jalan Sememi Gg.2 tersebut, dijadikan tempat prostitusi terselubung.

 

Berawal dari informasi tersebut,   Unit Tipiring Polrestabes yang dipimpin langsung oleh Kanit Tipiring Ipda Satriono, melakukan penyelidikan dan pengintaian.

 

Ternyata benar di Wisma Srikandi dan wisma Sriwijaya Unit Tipiring Polrestabes berhasil menangkap basah 23 orang terdiri dari 10 laki-laki empat diantaranya merupakan Germo dan 13 perempuan  yang diduga Pekerja seks komersial.

 

Masih Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya, AKBP Awan Hariyono, jika saat ini pihaknya tengah gencar memberantas penyakit masyarakat termasuk kegiatan di ex lokalisasi tersebut, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan."pungkasnya.

 

Dua germo yang berhasil diamankan tersebut adalah Dendik(29) warga mojowarno dan Sugianto(39) warga Banyuwangi. Mereka merupakan germo di wisma Srikandi. Sedangkan dua germo lain bernama Suharyo(44) warga jombang dan Yusuf  Kristianto(43) warga Srono, keduanya diamankan di wisma Sriwijaya.

 

Para penyedia jasa dan germo di ex lokalisasi ini mendesain bagian rumah-rumah wisma mereka sedemikian rupa agar tak terendus petugas. Mereka membiarkan wisma terlihat kumuh dan tak terawat dibagian luarnya. Setelah masuk, kamar dan tempat "show" psk terlihat bersih. 

 

Saat digrebek, polisi menemukan beberapa psk yang sedang melayani tamu. Sempat terjadi kejar-kejaran oleh petugas dengan seorang germo yang mencoba kabur.

 

Saat ini, penanganan terhadap empat germo ini tengah dilimpahkan kepada unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya guna penyidikan lebih lanjut.(TOM).

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru