Bekasi, Suara Publik – Hotel Citra yang berlokasi di Jalan Lapangan Serbaguna Kota Bekasi sarang maksiat. Hotel yang nota bene milik Koperasi Pegawai Negeri Kabupaten Bekasi memberi contoh Hotel lain untuk berbuat yang sama. Yakni menjadikan Hotel sebagai ajang kemasiatan, tak heran bila hotel di sekitar nya melakukan hal yang sama dengan hotel Citra. Berikut ini penelusuran Suara Publik Group terkait Hotel esek-esek di kota Bekasi.
Pemandangan kota Bekasi yang terlihat asri itu ternyata menyimpan misteri seks yang luar biasa. Setelah turun dari bis Damri di Bandara Sukarno Hatta tujuan Terminal Kayu Ringin Bekasi, saya langsung menuju Hotel Citra. Hotel Milik Koperasi Pegawai Negeri Kabuten Bekasi tentunya bersih asri dan jauh dari kesan maksiat(Hotel Transit-red). Ternyata pandangan saya salah, saat saya chek in pukul 22.30, terpampang tulisan “kamar penuh”. Saat menanyakan kamar pada petugas resepsionis, dijawab penuh pak tidak ada kamar.
Sempat bingung juga karena kondisi sudah malam hari, besok pagi harus ke tempat kediaman Ustadz Haryono untuk klarifikasi dugaan penipuan. Untung saja seorang pria berusia sekitar 30tahun menghapiriku. “ cari kamar pak? disini kalau membawa tas gini pasti dikatakan penuh. Coba kalau di kasih tips pasti ada itu kamar” papar pria itu sembari minta KTP saya untuk dicarikan kamar. Ternyata benar, dengan member i tips minimal Rp. 10.000 tanpa malu-malu resepsionis menyediakan kamar buat saya.
Sesampainya di kamar, ternyata banyak kamar yang kosong, rupanya sengaja kamar itu diperuntukan short time bagi peselingkuh. Tak lama berselang, pasangan selingkuh banyak keluar masuk di hotel ini. Para peselingkuh itu chek in hanya untuk melampiaskan hasrat seksualnya saja lalu pergi meninggalkan hotel. Rupanya resepsionis itu sengaja tidak melayani tamu menginap 24 jam, diduga para petugas hotel merekasyasa jumlah tamu yang menginap. Karena kalau Cuma 1 sampai 3 jam bisa tidak dimasukan di buku tamu. Tentu akan menguntungkan bila uang tersebut dibagi kepada ship jaga malam itu.
Melihat kejadian itu membuat saya menginap lagi semalam di Citra Hotel untuk mengetahui sejauh mana kemaksiatan berlangsung. Siang hari pun banyak peselingkuh yang chek in di sini, bahkan beberapa pasangan wanitanya mengenakan seragam batik. Beberapa diantaranya mengenakan Jilbab, sungguh miris mata melihatnya.
Dua Hotel di Sekitar Citra Melakuan Hal Yang Sama
Melihat hotel milik pemerintah dijadikan ajang maksiat, 2 hotel di sekitarnya juga dijadikan ajang mesum. Hotel Family dan Merdeka tak mau kalah dengan hotel Citra pengelola dua hotel ini juga memberi kebebasa bagi tamunya. Dengan harga yang relative bersaing, kedua hotel ini juga dipenuhi oleh peselingkuh dan penganut seks bebas. Di Family ranjang nya sedikit lebih kecil di banding Citra dan Merdeka. Namun di Merdeka Hotel lebih vulgar disbanding Citra dan Family, karena di depan Merdeka terdapat PSK yang mencari mangsa.(Kus,Dod, Bim)
Editor : Pak RW