Ketua PN Diminta Lanjutkan Jadual Eksekusi

suara-publik.com
SURABAYA (suara-publik.com)- Setelah ‘magak’ (tidak ada kejelasan) beberap bulan, eksekusi pengosongan lahan yang dikuasai PT. Cinderella Vila Indonesia di Jl. Tanjungsari 73-75 segera dilakukan kembali. Gede, SH, selaku lawyer pemohon eksekusi kembali melayangkan surat kepada Ketua Pengadilan (PN) Surabaya soal Kelengkapan data yang sekaligus meminta Ketua PN Heru Pramono segera menjadualkan lanjutan eksekusi Cinderella.

Berdasarkan hasil pertemuan dengan Wadirserseum, Jumat (23/12/2011) di ruang umum Mapolda Jatim dengan merujuk terbitnya STR/995/XII/2011 tertanggal 20 Desember 2011 dari Asops Kapolri, Gede diminta untuk melengkapi data tersebut sampai terbitnya STR. “Karena itulah saya segera melayangka surat kepada Ketua PN Surabaya untuk memberitahukan jadual lanjutan eksekusi,” kata Gede, Senin (26/12/2011). Ditambahkan Gede, "Surat tembusan itu sudah dikirim ke Mabes Polri dan sudah diterima Dirserseum Polda Jatim," imbuh Gede.

Heru Pramono belum menjawab pertanyaan suara-publik.com (Suara Publik Grup), dengan alasan tidak jelas, Senin (26/12/2011) pukul 11:47 WIB. Sementara isu yang berkembang, lanjutan eksekusi Cinderella tidak ada alasan bagi Kapolda Jatim untuk tidak melaksanakan pengamanan eksekusi . Karena sudah diberikan atensi oleh Asops Kapolri, Irjen Pol. Baidroedin Haiti, dan polisi mempunyai banyak pasukan anti huru hara. Sehingga tidak ada alasan lagi dalam bidang keamanan pelaksanaan eksekusi. Bahkan rumornya, 10.000 Banser siap untuk memback-up eksekusi tersebut, bila diperlukan.

Seperti diketahui, eksekusi Cinderella pada 14 Juni lalu gagal dilakukan lantaran dihadang oleh ribuan buruh kontrak, preman dan massa yang digalang oleh Cinderella. Akhirnya, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Coki Manurung menarik mundur pasukannya. Tetapi hingga kini kelanjutan pelaksanaan eksekusi tersebut tidak pernah dilakukan lagi. Bahkan Ketua PN Surabaya dan Kapolrestabes terkesan ‘mandul’. (isk,ono) foto: proses eksekusi pada 14 Juni lalu

 

 

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru