PDAM Situbondo Segera Produksi Air Kemasan, Warga Dan Kades Arjasa Mengapresiasi.

suara-publik.com
Foto: Siti Mujiani Kades Arjasa

Laporan ; Edo Situbondo

SITUBONDO, ( Suara publik.com) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Situbondo Jatim, berencana akan ingin membangun pabrik air mineral kemasan untuk tahap uji coba mendapatkan apresiasi dari beberapa pihak.

Dalam sosialisasi yang di lakukan beberapa waktu lalu direktur PDAM Situbondo H. Jamal Fajri mengatakan, berencana akan memproduksi air mineral kemasan produksi sendiri dari hasil sumber mata air yang ada di Desa Arjasa, kecamatan Arjasa, Situbondo.

Menurut Jamal, yang menjadi target PDAM Situbondo, adalah air kemasan yang akan diproduksi PDAM, hingga saat ini masih dalam tahapan evaluasi lebih dalam. "PDAM Situbondo rencanannya akan mengolah sumber mata air di wilayah Kecamatan Arjasa untuk di produksi menjadi air mineral kemasan.

Kita masih menunggu tahapan evaluasi untuk membuat itu," ujar Jamal Fari Direktur PDAM Situbondo.

Menurutnya, Jika dibandingkan dengan produk air sejenis yang sudah ada saat ini, air kemasan mempunyai banyak keunggulan. Karena air yang diambil dari Sumber didesa Arjasa bisa dikategorikan mempunyai banyak kandungan mineral dan sumber airnya tak pernah mati.

Namun, tambah Jamal, sebelum produk air kemasan diluncurkan, PDAM Kabupaten Situbondo terus menyempurnakan persiapannya. Salah satu yang dilakukan adalah melakukan studi banding ke beberapa pihak yang berkompeten dan telah berpengalaman di bidang pengelolaan AMDK (air minum dalam kemasan.

"Banyak pelajaran yang kami dapat dari hasil studi banding selams dan ini, terutama dalam pengembangan usaha produksi air kemasan" kata Direktur Utama PDAM Situbondo. Lebih jauh Jamal mengatakan ada beberapa rencana yang akan di lakukan PDAM Situbondo untuk membuka unit usaha di Sihubondo.

Sehingga mereka tidak hanya mengandalkan tarif dari pelanggan sebagai pendapatan perusahaan. Unit usaha yang dilakukan adalah produksi AMDK, unit usaha laboratorium dan unit usaha lainnya. "Untuk langkah pertama ini, kami terlebih dahulu akan fokus untuk mempelajari pengelolaan AMDK. Mulai dari persoalan hulu hingga ke hilir," ujar Jamal.

Hanya saja, pengelolaan air di desa Arjasa masih dalam tahap rencana dan tentu. Maslah proses analisis teknis dan evaluasi, masih belum bisa di pastikan kapan akan di mulai produksi air kemasan itu. Namun rencana tetap akan berjalan.

Rencana PDAM untuk membangun produksi air kemasan didesa Arjasa mendapat apresiasi dari kepala desa dan warga setempat . "Dengan rencana Produksi air kemasan warga desa juga diuntungkan. Nantinya segala pekerjaan akan berada di desa, sehingga suatu saat menjadi desa mandiri. Kami berharap ke depan lebih semangat lagi melaksanakan pembangunan di desa setempat menjadi lebih baik lagi,” ujar Siti Mujiani Kamis (29/11).

Oleh karena itu lanjut Siti Mujiani menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah jika hal itu terealisasi akan tercipta lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran di wilayah kecamatan Arjasa. "Dan otomatis pelibatan masyarakat sangat tinggi dengan program produksi air mineral kemasan,"katanya. (Edo)

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru