Jakarta Suara-Publik.com - Panglima Kodam Jaya/Jayakarta Mayor Jenderal TNI Waris memimpin upacara bendera 17-an bulan Maret 2012 bagi Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil Makodam Jaya bertempat di Lapangan Jayakarta Makodam Jaya Jl. Mayjen Sutoyo No.5 Cililitan Jakarta Timur, Senin (19/03).
Hadir dalam acara tersebut para Kepala staf Kodam Jaya Brigadir Jenderal TNI Edi Susanto, Perwira Staf Ahli Pangdam Jaya, Perwira LO AL dan AU, Asrendam Jaya, para Asisten Kasdam Jaya, para Kabalak jajaran Kodam Jaya, para Perwira, Bintara, Tamtama serta Pegawai Negeri Sipil Makodam Jaya.
Pangdam Jaya/Jayakarta membacakan amanat Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, SE menyampaikan bahwa memperhatikan dampak yang dialami oleh Indonesia akibat terjadinya kelangkaan BBM Dunia, adalah terjadinya tekanan yang cukup besar terhadap APBN kita, karena tingginya perbedaan atau disparitas harga BBM dalam Negeri dihadapkan dengan harga BBM Dunia, mengakibatkan pemerintah harus memberikan subsidi yang cukup besar agar seluruh masyarakat tetap dapat membeli BBM untuk kebutuhan sehari-hari. Pada akhirnya kondisi tersebut mengakibatkan APBN 2012 yang telah ditetapkan pemerintah, dirasakan tidak dalam kondisi yang sehat untuk membiayai keseluruhan program pembangunan, oleh karena itu pemerintah mengajukan revisi APBN 2012.
Panglima TNI juga menambahkan tindak lanjut terhadap prediksi situasi yang akan terjadi terkait beberapa hal yang telah diuraikan di atas, dan guna pelaksanaan tugas kedepan, saya sampaikan beberapa atensi sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas sebagai berikut :
Pertama, pegang teguh serta tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang maha esa sebagai landasan moral serta etika dalam pelaksanaan tugas. keyakinan akan kebenaran tugas, salah satunya adalah karena kita yakin bahwa tugas yang kita emban semata-mata demi kepentingan Bangsa dan Negara, seperti yang diajarkan dalam agama dan keyakinan kita.
Kedua, kepada para unsur Pimpinan dan Perwira agar senantiasa memberikan pencerahan kepada anggota satuannya berupa informasi dan sosialisasi yang sesuai aturan agar tiap Prajurit memahami mengapa tugas itu harus dilaksanakan.
Ketiga, laksanakan langkah-langkah penghematan penggunaan anggaran APBN, penghematan penggunaan BBM dan listrik, mencegah penyelundupan dan penimbunan BBM, membantu kelancaran distribusi BBM serta mengawasi kelancaran pemberian bantuan langsung kepada masyarakat yang kurang mampu sebagai upaya mendukung pemerintah dalam meringankan beban masyarakat dari dampak kenaikan BBM.
keempat, pelihara dan tingkatkan hubungan kerjasama dan koordinasi yang erat antar angkatan maupun dengan POLRI, khususnya dalam menyikapi situasi yang berkembang dan membahayakan persatuan serta kesatuan bangsa. tingkatkan ”kesiap-siagaan” untuk melaksanakan “OMSP” khususnya berkaitan dengan ”Tugas perbantuan” kepada Polri maupun Pemerintah Daerah, dalam rangka mengamankan kebijakan pengurangan subsidi BBM.(Hesty)
Editor : Pak RW