Jakarta, Suara Publik.com - Kondisi
sejumlah saluran di Jakarta Selatan yang dipenuhi timbunan sampah dan lumpur
akhirnya dikeruk Sudin PU Tata Air setempat. Saluran-saluran yang dikeruk
tersebut tersebar di 10 kecamatan di antaranya, saluran air di Jl Salihara
Pasarminggu, di Jl Lebak Bulus 3, di Jl Iskandar Muda, di sepanjang Jl TB
Simatupang, dan sekitar Taman Honda Tebet
"Kita perintahkan seluruh Kasie
PU Air di kecamatan untuk melakukan pengerukan saluran air yang memang sudah
mengalami pendangkalan, akibat lumpur dan sampah," kata Monang Ritonga,
Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin PU Tata Air Jakarta Selatan, Selasa (24/4).
Dari pengerukan itu, sedikitnya 50
ribu meter kubik lumpur dan sampah berhasil diangkat, dan selanjutnya
dimasukkan dalam ribuan karung plastik khusus. "Seminggu ini kira-kira
sudah ada 50 ribu meter kubik lumpur plus sampah yang berhasil kita keruk dari
saluran air di kecamatan-kecamatan," ungkapnya.
Karung berisi lumpur dan sampah,
kata Monang, biasanya akan dibiarkan dulu di pinggir saluran, agar bebannya
berkurang. Karena lumpur dan sampah tersebut masih mengandung banyak air yang
berasal dari saluran. "Jadi mohon pengertian dari warga yang merasa
perjalanannya terganggu. Karena jika langsung dibawa, air kotornya menetes ke
mana-mana," tuturnya.
Namun demikian, lanjut Monang,
sebagian besar karung tersebut sudah mulai diangkat dan dibersihkan, mengingat
Jakarta Selatan sendiri akan mendapat penilaian dari tim juri Adipura.
"Sudah kita angkut dari Jl Fatmawati, Jl Iskandar Muda, Kebayoran, dan
daerah Pasarminggu, karena akan ada penilaian dari tim juri Adipura,"
tukasnya.
Editor : Pak RW