suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Kecelakaan Motor, Siswa SMAN 1 Waru Meninggal

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

PAMEKASAN (suara-publik.com)- Dua Siswa SMA Negeri 1 Waru Kabupaten Pamekasan, Mahfud Ridhoi dan Sholihen, terjatuh dari motornya di Jl. Waru Pasean. Keduanya langsung dilarikan ke Puskesmas Kecamatan Waru, Kab. Pamekasan. Namun karena luka Mahfud cukup parah, ia langsung dirujuk ke RSUD Pamekasan, Selasa (5/11/2013) pukul 16.30 WIB. Esok harinya, nyawa siswa klas II ini akhirnya tak tertolong lagi.

Menurut saksi, korban saat itu dikejar dan dipepet oleh seseorang. Setelah korban terjatuh, orang tersebut langsung kabur. Sementara menurut korban Sholihen, pelaku diduga berinisial Daus, yang tak lain adalah adik dari Ira (anak H. Sudairah) pemilik Mini Market di sebelah pasar Ikan di Desa Tlontoraja Kecamatan Pasean.

Sementara orang tua Daus ketika dikonfirmasi suara-publik.com (Suara Publik Grup) mengaku, saat kejadian putranya tidak keluar sama sekali, dan berada di toko. Sementara diwaktu yang sama, putranya mengaku kalau ia baru datang dari potong rambut di Desa Sotaber.

Selang beberapa waktu kemudian, kakak ipar Daus menemui pihak dari salah satu korban dan mengatakan kalau adik iparnya yang diduga sebagai pelaku, dari pagi ada di rumah pribadinya yang terpisah dengan toko, sebagaimana yang diakui ibunya.

Beberapa teman korban kepada wartawan mengaku, pada hari kejadian sekita pukul 11.00 Daus sempat mendatangi tempat kos mereka, dan baru pulang sekitar pukul 14.00 wib.

Kapolsek Waru, Iptu. H. Junaidi kepada wartawan mengaku pihaknya belum mendapat keterangan resmi dari korban Sholihen. Alasannya, karena masih harus menunggu korban hingga sembuh.

Keluarga Sholihen kemarin malam kepada wartawan mengaku siap menyerahkan sepeda motor kepada pihak kepolisian, jika memang diperlukan untuk proses lebih lanjut. “Pernah keluarga Daus datang di Puskesmas untuk menemui Sholihen dan menanyakan apakah benar Daus yang dimaksud adalah dari keluarga mereka?. Tapi sayangnya, kedatangan mereka disaat Sholihen tidak didampingi keluarganya,” jelas keluarganya. (zai)

                       

 

Editor :