Peringatan Hari Aids Sedunia hendaknya kita jadikan sebuah momen yang sangat penting bagi semua lapisan masyarakat. Sebab penyakit Aids selain mematikan juga menimbulkan stigma masyarakat bagi penderita maupun keluarganya. Stigma tersebut lebih menyakitkan ketimbang hukuman badan bagi para koruptor bangsa ini. Sudah menjadi konskwensi bagi Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Pusat maupun di daerah bahkan di tingkat Kecamatan untuk total mencegah penyebaran penyakit memalukan ini.
KPA Kecamatan yang ada dikota Surabaya sangat getol dalam melakukan sosialisasi dampak buruk penularan HIV AIDS di wilayahnya. Mereka tanpa berpikir ada anggaran atau tidak dalam melaksanakan tugas mulianya agar masyarakat terhindar dari penularan HIV Aids yang mematikan. Terutama KPA Kecamata Sawahan Kota Surabaya.
Selain giat melakukan kegiatan sosialsasi di tempat lokalisasi Jarak dan Dolly, lewat Puskesmas Putat Jaya, dilakukan juga pemeriksaan VCT terhadap kaum PSK dilokalisasi yang terbesar di Asia Tenggara ini. Selain Puskesmas Putat Jaya, Puskesmas Banyu Urip dan Sawahan juga berperan aktif dalam melakukan pemantauan awal penyakit Aids yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia ini.
Puskesmas Banyu Urip melakukan pemeriksaan dan penanganan pertama pada ibu hamil dan anak, sehingga para ibu hamil yang perikasa disitu langsung dilakukan test VCT agar bisa mendeteksi dini pasien yang tertular HIV. Puskesmas Sawahan memberikan layanan jarum suntik gratis untuk para pecandu putauw agar tidak tertular HIV Aids karena penggunaan jarum suntik bergantian.
Sementara itu pokja Komunikasi Informasi dan Edukasi melakukan pendampingan pada korban penyalahgunaan narkoba(putauw) yang sudah terinfeksi HIV Aids. Bukan hanya itu, pokja KIE juga melakukan sosialisasi ke tingkat RT RW agar warga nya paham tentang bahaya narkoba dan HIV Aids.
Saat dihubungi wartawan Suara Publik group, Muslich Hariadi Camat Sawahan yang juga Ketua KPA Sawahan membenar kegitiatan KPA diwilayahnya sangat aktif dan dinamamis. Para kepala Puskesmas menjalankan tugas dengan baik sehingga program penanggulangan HIV Aids berjalan dengan baik. Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, Puskesmas juga melakukan kegiatan sosialisasi ke sekolah sekolah. Selain itu, pokja KIE juga melaporkan pada saya kalau di wilayah ini juga ada warga yang hoby Swinger alias tukar pasangan. Padahal hoby ini juga rentan tertular HIV Aids, untuk itu pokja KIE melakukan sosialisasi pengunaan kondom.
Sementara itu Kusworo pokja KIE KPA Sawahan membenarkan dengan adanya kelompok swinger di wilayahnya. Namun jumlahnya masih sedikit dan bisa dihitung dengan jari, dari situ Kusworo mengetahui kelompok swinger di Surabaya ini sangat banyak dan terdiri dari dari berbagai kelompok baik umur maupun profesi. “di tempat kost-kost an sering juga dibuat ajang swinger 2 pasangan atau lebih” tambah pria setngah baya ini.
Editor : Pak RW