suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Proyek Jembatan Puncung, Disoal oleh Aktifis Gresik.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Gresik, suara-publik.com Aktivis Sahar Sulur meminta aparat penegak hukum mengusut proyek pembangunan jembatan di Desa Pucung yang diduga syarat penyimpangan, proyek yang selesai pada akhir 2019 lalu itu dikerjakan oleh CV Al Gibran, Direktur, Wujud.

Sulur mengungkapkan, proyek pembangunan Jembatan penghubung ke Desa Sedapur Klagen ini bersumber dari anggaran APBD tahun 2019, diduga tidak sesuai volume dan terkesan asal jadi serta syarat masalah. "Atas dugaan ini, kami minta kepada Aparat penegak hukum untuk dapat mengusutnya," tegas sulur, Kamis (23/4).

Ia menambahkan pekerjaan timbunan samping jembatan asal jadi, dan tidak berkualitas serta volume tidak sesuai dengan kontrak kerja, beberapa sisi jembatan sudah terlihat retak dan diprediksi akan bertambah titiknya.

Selain Sulur, Pentolan LSM Ledak, Bukori menduga kuat ada unsur mengurangi RAB dan tidak sesuai spek di proyek tersebut, "dari pengurukan berem masih berkurang dan berem menggunakan batu padas yang ukurannya sangat besar dan tidak ada pemadatan, Kupingan/TPT jembatan sudah retak dan begitu juga pengaspalanya sangat kasar."ungkap Bukori, Aktivis LSM Ledak, sabtu (25/4).

Wujud, direktur CV al gibran Saat di konfirmasi via seluler, jumat (23/4) menjelaskan jika berem yang dimaksud itu tergerus banjir, "jadi agak berkurang urukannya," singkat wujud.

Namun warga sekitar berkomentar terkait proyek tersebut mengatakan jika banjir yang terjadi tidak sampai menyentuh jembatan, "memang pengurukan berem dari dulu ya kayak gitu mas."ungkap Leman (35). Warga sekitar.(tim).

Editor :