suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Normalisasi Kali Unut, Disoal Pemilik Lahan Belum Yang di "Ganti Rugi".

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

Blitar, suara-publik.com - Normalisasi Kali Unut menuai masalah, kususnya yang berada di desa Bacem kecamatan Sutojayan kabupaten Blitar, ada tanah warga yang belum diselesaikan ganti rugi nya, namun sudah diterjang eskavator untuk proyek normalisasi.

Tanah yang berupa lahan sawah milik Sujiyem ini seluas 33 ru terkena dampak pengerukan normalisasi Oleh Pt.Guna Karya JO Pt.Moderna Tehnik Perkasa yang mulai pengerjaan nya tahun 2019.

Menurut Heri Nurdi 52 thn anak korban Sujiyem, tanah tersebut nerupakan peninggalan leluhur nya Mbah Inah pada rahun, pada tahun 2016 telah di bagi waris dengan saudara nya 4 orang .

"Saya dapat bagian petak tanah 812 m² atau 58 ru, yang dipisahkan oleh sungai kecil dulunya, selatan sungai masuk Bacem, utara sungai masuk kelurahan Sutojayan," Jelas Suheri. 

100%100%

Lanjut Heri, dari masing masing ahli waris ini sudah mutasi atas nama pipil pajak bernama Sujiyem. Tahun 2016 diproses. " Semasa kepala Desa di Jabat oleh Harmuji, saat itu untuk pecah sppt dikenai biaya 15 juta ," ungkap Heri.

Masih Heri, tanah saya yang terkena proyek kan 33 ru, kalau hanya akan mendapar ganti rugi yang dibayar hanya 12 ru , jelas keluarga akan menolak . " Untuk pembayaran saya terima info dari oerangkat desa, katanya dana akan cair korban pada bulan 5," imbuh nya.

Bila bulan Mei ini dana tidak turun sesuai harga kami akan melangkah ke proses jalur hukum Saat ini kami sudah koordinasi dengan Lembaga Perlindungan Kunsumen Nusantara Indonesia Kabupaten Blitar ( 04/05/20).

Sementara Sodikin selaku ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia(LPKNI) Kabupaten Blitar kepada media ini mengaku telah menerima kuasa Heri Nurdi 52/ Sujiyem warga bacem rt.02/04 desa Bacem kecamatan Sutojayan kabupaten Blitar yang memperkaran hak atas tanah No.sppt 350503000400200560 atas nama Sutiyen.

" Sesuai kewenangan dan tupoksi lembaga kita akan berjalan normatif memberikan perlindungan terhadap klien kami," jelas Sodikin. ( Herlina)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper