GRESIK Suara-Publik.com - Penyaluran progam bantuan sosial (Bansos) Bantuan Pangan Non Tunai(BPNT) dan Program Keluarga Harapan(PKH) yang dilakukan Pemerintah Pusat dengan menambah jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan target 20 juta penerima ini, sukses dilakukan Pemerintah Desa Jogodalu Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik.
Bencana pandemi virus covid-19 (corona) memang berdampak sangat buruk bagi sistem perekonomian di Negara Indonesia.Hal ini membuat Pemerintah Pusat harus berfikir keras dalam menanggulanginya,terutama dampak yang dirasakan oleh masyarakat saat ini.
Melalui Dinas Sosial kabupaten Gresik,selasa (12/05/2020),progam penambahan jumlah KPM di balai desa Jogodalu siang tadi sukses dilakukan pegawai dinas dengan memberikan kartu Sembako/BPNT dan PKH kepada warga masyarakat secara langsung.
Kepala Desa (kades) Jogodalu Juwaiminingsih,SE mengaku sangat bangga bisa menyalurkan progam pemerintah pusat dengan sukses dan lancar,apalagi ini semua juga demi masyarakatnya yang saat ini benar-benar merasakan dampak dari pandemi covid-19.
"Alhamdulilah Pemdes Jogodalu hari ini sukses membagikan 103 tambahan kartu Sembako kepada warga.
Berdasarkan data tahun kemarin,warga yang mendapatkan Bansos hanya sekitar 460 KPM,saat ini di tambah 103 jadi total 563 jumlah Keluarga Penerima Manfaat."ungkapnya.
Meskipun demikian (Lanjut kades),Juwaiminingsih mengatakan jika penambahan jumlah KPM ini sudah benar-benar dilakukan secara prosedur.
Ada jenis kriteria-kriteria tertentu yang memang berhak dan layak untuk mendapatkan batuan.
Agar progam bisa berjalan lancar dan tidak ada rasa iri dengki terhadap sesama.
Pembagian kartu Sembako di balai desa pagi tadi juga terlihat sangat tertib dan rapi,sesuai dengan himbauan pemerintah saat ini yang menerapkan PSBB,masyarakat tertib memakai masker dan cuci tangan sebelum masuk ke balai desa guna untuk pencegahan penularan virus covid-19.
Pandemi virus memang saat ini dirasakan langsung oleh masyarakt bawah,dengan adanya progam-progam batuan ini setidaknya bisa meringankan beban masyarakat dalam melawan pandemi.
"Kita semua saat ini merasakan dampak covid-19. untuk itu,kita selaku pemerintah desa harus teliti dan cermat dalam pendataan progam-progam pemerintah,agar nantinya batuan tersebut benar-benar tepat sasaran sesuai yang diharapkan oleh pemerintah pusat."tutupnya. (TIM)
Editor : Redaksi