suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Dimensi Balok Susut, Selimut Beton Keropos

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Pembangunan Gedung Sekolahan SDN Babat Jerawat  I/118

 

SURABAYA(suara-publik.com)-Proyek pembangunan Gedung SDN Babat Jerawat I/118, telah mulai dikerjakan. Namun, proyek yang dananya berasal dari anggaran APBD Tahun 2013, dengan nilai kontrak Rp.1.589.681.200,00, pada pengerjaannya terjadi banyak kesalahan. Dimensi balok susut dari ukuran, dan selimut beton keropos.

Pantauan suara-publik.com (Suara Publik Grup) mendapati, proyek yang dikerjakan oleh pemenang tender yakni CV. Langgeng Jaya, yang pelaksanannya di bawah naungan Dinas Cipta Karya Dan Tata Ruang (DCKTTR)Pemkot Surabaya ini, pada pekerjaan beton bertulang, pada besar dimensi yang telah ditentukan dalam perencanaan sebagai kekuatan gedung yang dibangun,cterjadi penyusutan volume beresiko sangat fatal dan rawan terjadi penurunan struktur gedung yang berangsur berimbas terjadinya roboh pada struktur. Namun tidak diambil tindakan serius dalam perbaikannya.

Kesalahan lain yang ditemukan suara-publik.com adalah, pada pelaksanaan beton balok portal terusan dek lantai, diduga besaran dimensi beton dan tulangan sengaja disusutkan. Tampak dimensi sisa balok setelah pengecoran lantai yang tersisa tidak lebih dari, atau kurang dari 10 Centimeter.

Pada pekerjaan beton balok portal, pada penampang tepi tampak keropos, terlihat tulangan yang tidak terbungkus selimut beton, yang seharusnya diatur ketebalannya, namun terjadi Keropos pada beton bertulang yang dikerjakan. Justru dengan seenaknya kontraktor hanya menambal celah keropos yang terlihat tulangan hanya dengan polesan adonan semen. Modus tersebut untuk mengelabui pengawas dan pihak dinas terkait, atau memang sudah terjadi kongkalikong kerjasama yang disengaja atau pembiaran dari hasil pekerjaan yang asal-asalan dan muspro.

Tidak luput pula dari pantauan suara-publik.com, terkait hasil beton bertulang dek lantai yang tampak di lapangan dengan hasil cetak yang melengkung pada dimensi tampak bawah,  yang seharusnya rata saat melepas begesting beton dan penyangga stegger sebagai penahan. Hal tersebut tidak dapat dibenarkan, atau seharusnya dilakukan peninjauan ulang, atau perlunya dibongkar. Jelas beton dek lantai tersebut tidak memiliki kekuatan untuk menahan beban di atasnya.

Pelaksanaan yang seharusnya sesuai gambar bestek, spesifikasi mutu bahan dan ukuran dimensi, namun tak tampak dikerjakan dengan benar dari langkah kerja yang disyaratkan, dengan volume pekerjaan yang seharusnya mengacuh kepada Volume satuan kerja dan harga satuan kerja yang tertera pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).

Menurut pengamat Sipil, Ir. Gandhi, seharusnya pihak dinas atau konsultan pengawas perlu melakukan peninjauan ulang. "Sebelum hasil pengerjaan gedung tersebut diserah terimakan. Tapi ini malah parah, karena tidak ada tindakan tegas dari pihak dinas," sesalnya.

Kepala Bidang (Kabid) DCKTTR Pemkot Surabaya, Lilik Arijanto, ST., MT, sampai berita ini  diturunkan belum dapat ditemui untuk memberikan penjelasan. (sw).

 

Keterangan Foto :

Tampak polesan adonan semen, yang digunakan untuk menutup penampang beton balok portal dan beton lisplank yang keropos, tanpa ukuran tebal selimut beton yang benar.(sw).

 

           

 

 

Editor :