suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Perahu Nelayan Terancam Terhalang Lumpur

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Siluman, Proyek Milyaran PU Pengairan Provinsi

PAMEKASAN(suara-publik.com)-Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Propinsi Jawa Timur bakal tersandung masalah hukum. Proyek tangkis laut yang berlokasi di Kecamatan Batumarmar dan Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan ditengarai rawan penyimpangan. Bahkan perahu nelayan lambat laun terancam tidak bisa bersandar. Pasalnya, bahan yang dipakai urugan bukan dari sirtu, melainkan tanah yang bisa berlumpur dan menyusut jika terendam air.

Menurut salah satu anggota Komisi C Kabupaten Sampang, H. Hariyanto Waluyo, bahan galian yang dipakai tidak sesuai dengan RAB. “Saya sebagai wakil rakyat di Pamekasan khusunya di daerah Utara yang merupakan dapil saya, tidak ingin proyek dengan nilai yang begitu besar, tetapi tidak dikerjakan dengan baik dan benar,” tegasnya.

Ia berharap, warga di bibir laut nantinya merasa aman dengan adanya pembangunan tangkis laut ini. “Tetapi jika caranya seperti ini (menyimpang), maka justru akan membahayakan dan merugikan warga, khususnya para nelayan,” sesalnya.

Kekecewaan juga disampaikan H. Zainal Fatah, AR, selaku Wakil Komnas PKPU Cabang Kabupaten Pamekasan. Ia mengaku telah turun ke lokasi proyek, dan di sana ia tidak menjumpai papan nama yang mestinya harus terpasang pada proyek senilai hampir Seratus milyar tersebut.

“Saya menduga proyek ini siluman, dan tidak mengantongi ijin amdal. Begitu juga dengan proyek Satu paket yang berada di Pasongsongan,” akunya. Ditambahkannya, “Kami tidak akan segan-segan melaporkan masalah ini kepada Kejaksaan Tinggi,”serunya.

Kepala Dinas PU Kabupaten Pamekasan, Totok Suhartono kepada suara-publik.com (Suara Publik Grup) membenarkan, bahan urugan tanah yang harus dipakai pastinya tanah yang tidak berlumpur. “Dan yang paling pas untuk daerah Utara itu ada pasir yang bagus dan tidak bercampur tanah, sehingga tidak berlumpur," jelasnya.

Sementara pihak kontraktor, Ismail enggan berkomentar ketika dikonfirmasi. “Maaf mas,saya terburu-buru mau pulang ke Tamberu," ketusnya. (zai)

 

Editor :