Proyek Jalan Paving dan Saluran Bumi Sari Praja
SURABAYA(suara-publik.com)-Warga jalan Bumi Sari Praja kini resah. Penyebabnya, proyek pavingisasi dan saluran senilai Rp. 773.761.355,- dikerjakan asal-asalan. Belum lagi, pada 21/11/2013 seharusnya ada serah terima proyek. Tetapi faktanya, hinggak ini proyek belum rampung dikerjakan, dan kontraktor PT. Widya Pratama minggat lantaran di-blacklist Pemkot.
Pekerjaan proyek di Jalan Bumi Sari Praja adalah proyek yang mengerjakan Struktur saluran batu kali dengan finishing diplester dan acian. Lubang saluran yang telah direncanakan dalam bestek gambar, juga paket yang dikerjakan jalan baru dengan material paving stones (pavingisasi).
Proyek yang seharusnya dikerjakandengan teknik penggarapan yang benar dan disyaratkan. Namun ironisnya justru kampung tersebut menjadi kubangan air lumpur, licin, membahayakan pengendara sepeda motor dan pejalan kaki merasa tak nyaman. Kampungnya menjadi tidak asri, justru menjadi kampung lumpur.
Masih pantauan suara-publik.com, pekerjaan saluran batu kali hanya terselesaikan sebagian saja, itupun tidak dapat berfungsi sempurna. Karena saluran tersumbat dengan kisdam (penyumbatan air sementara) saat pekerjaan saluran dikerjakan, tapi tidak dapat mengalir sempurna, tetap menggenang dengan warna air yang hitam pekat.
Saluran yang dikerjakan berangsur rusak pada strukturnya, keropos dan ambrol. Karena saat pekerjaannya tidak dikerjakan dengan benar, termasuk pada campuran spesi (luluh) hanya berbanding lebih dari 1 : 4 (1 zak semen : 4 ukuran kotak pasir).
Di lapangan tampak campuran luluh yang ngawur sehingga gampang keropos, dan ambrolnya saluran yang baru dikerjakan, diduga berbanding 1 : 8/1:12. Demikian pula dengan urugan gelar sirtu pada lokasi garapan, tidak diurug dengan tanah sirtu, hanya dengan tanah lumpur bekas galian yang meluber saat menumpuk di lokasi, terkena imbas banjir di lokasi setiap hujan turun.
Tampak pula pada pasangan anyaman paving yang telah sempat terpasang, hanya anyaman paving yang tidak berkualitas, tampak renggang, bergelombang, tidak rata. Salahnya dalam pemasangan paving dan kanstin tepi pada jalan, menambah rentetan penderitaan warga sekitar.
Demikian pula dengan urugan sirtu pada landasan tanah sebelum dipasang paving, tidak memiliki tebal urugan yang benar, juga tanah yang dibuat urugan bukan tanah sirtu yang disyaratkan.
Warga sekitar kepada suara-publik.com menyampaikan, menuntut keadilan kepada Pemkot Surabaya, khususnya Dinas PU. Bina Marga Dan pematusan (DPUBMP). Rencananya warga sekitar proyek akan ngelurug ke Dewan Kota dan ke Pemkot Surabaya dalam waktu dekat ini.
Hingga kini, Kepala Bidang (Kabid) Jalan Dan Jembatan Dinas PU. Bina Marga, Ir. Sugeng Wibowo, MM, selalu enggan memberikan penjelasan. Diduga karena proyek dalam naungannya selalu amburadul dan bermasalah.
Yanto, salah satu pengamat proyekasal Surabaya mengatakan, amburadulnya beberapa proyek di Kota Surabaya, membuktikan adanya dugaan bahwa proses penunjukan pemenang tender dalam naungan Dinas PU. Bina Marga Dan Pematusan Pemkot Surabaya, selalu saja menyisahkan aroma Korupsi.
Hal tersebut dapat dibuktikan dari hasil akhir pekerjaan para rekanan proyek yang awalnya mengatakan sangat sanggup melaksanakan tanggung jawabnya, kenyataannya hasil di lapangan malah sebaliknya, yakni hanya menyisakan masalah.
Dengan hasil yang amburadul, tidak sesuai bestek, spesifikasi mutu bahan dan langkah kerja teknik yang seharusnya dipatuhi, bukan sebaliknya, dikerjakan asal-asalan, mencari keuntungan, namun sangat merugikan anggaran APBD yang terserap.
“Yang diherankan, dinas terkait tidak mengambil tindakan tegas. Sehingga dapat seenaknya kontraktor tak melanjutkan garapannya, meninggalkan tanggung jawabnya, dengan berbagai alasan yang tidak dapat diterima oleh nalar. Modus yang sering sekali terjadi sudah seharusnya tersentuh hukum, dan ada yang bertanggung jawab,” sesalnya. (sw)
Keterangan foto :
Proyek paving dan saluran yang dibiarkan mangkrak, jalan menjadi kubangan lumpur, licin, membahayakan pengguna jalan. Struktur garapan sebagian dikerjakan ngawur. (sw).
(inzet : pasangan anyaman pavingyang amburadul).
Editor : Pak RW