suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Proyek Plengsengan Kali Beringin Kandangan Ambrol

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

SURABAYA(suara-publik.com)- Boleh dibilang, Tri Rismaharini adalah Walikota Surabaya yang tidak becus dan bernasib sial. Beberapa proyek milik Pemkot Surabaya senilai milyaran mangkrak, dan pengerjaannya juga asal-asalan. Seperti pada proyek plengsengan Kali Beringin, Kecamatan Benowo Surabaya yang ambrol.

Investigasi suara-publik.com (Suara Publik Grup), proyek yang amburadul tersebut, terjawab pada saat musim penghujan seperti sekarang ini. Yang tampak sekarang kontruksi proyek tersebut hancur, ambrol karena tidak terbentuk struktur plengsengan batu kali yang diharapkan.

Proyek yang menelan anggaran sekitar1,5 milyar ini tidak lagi dapat diharapkan mampu menahan debit air secara maksimal. Kondisi plengsengan sekarang luluh lantak tak berbentuk, saat beberapa hari yang lalu diterjang banjir dengan lintasan arus deras yang mengalir di kali Beringin. Yang mengherankan, mengapa pekerjaannya yang musprodan merugikan anggaran negara tersebut dapat diserah terimakan?.

Tim investigasi suara-publik.com menemukan penyimpangan dalam pelaksanaan pada plengsengan kali Beringin wilayah Kandangan, yang memiliki panjang saluran dikerjakan sekitar 300 meter tersebut. Bahwa, pada awal pekerjaan tidak dikerjakan pemadatan tanah dinding saluran yang akan dikerjakan plengsengan saluran dengan kemiringan yang disyaratkan.

Kedua, pasangan batu kali tidak menggunakan material jenis batu kali pecah, hanya digunakan batu kaki bulat yang tidak memiliki struktur kekuatan sebagai perkerasan dan penahan dinding saluran. Sehingga dimensi pemasangan tatanan batu plengsengan tidak dapat berurutan dan berfungsi sebagai penahan sekaligus pondasi saluran yang dikerjakan.

Pada dasar saluran, pasangan batubukan berukuran besar atau berukuran diameter 15/20, namun di lapangan hanya berukuran 10/10. Sehingga, saat peletakan batu dasar pada kekuatan pondasi,tidak dapat menahan beban batuan yang berada tingkat di atasnya.

Selain itu di lapangan juga tampak batuyang ambrol langsung pada lapisan batu terbawah, dapat dipastikan batu kali paling bawah dipasang ngawur, tidak didasari dengan lantai kerja peletakan batu juga tidak dalam keadaan kering, dan dipasang tidak menggunakan spesi (luluh) sebagai pengikat batuan yang terpasang.

Hal yang juga janggal pada pekerjaandi lapangan adalah, pada kemiringan plengsengan saluran tidak diatur sesuai rencana gambar bestek. Sehingga pada saat pemasangan batu kali berikutnya tidak mengikuti tingkatan pasangan yang benar. Jenis batuan yang digunakan di lapangan sangat berpengaruh, tidak akan memiliki kekuatan dinding plengsengan yang diharapkan.

Terkait campuran pasangan batu kali, campuran spesi (luluh) seharusnya memiliki perbandingan 1:4 (1 zak semen : 4ukuran kotak pasir)/Trasram, sebagai campuran luluh kedap air, namun di lapangan luluh yang dicampurkan tidak berbanding benar, campuran sampai 1: 10. Hal tersebut akan membuat pasangan batu menjadi lepas, ambrol, karena tidak memiliki perkerasan senyawah dalam campuran yang telah disyaratkan.

Demikian halnya, yang juga tidak tampak di lapangan saat penggarapan, pada bentang pasangan batu pada plengsengan, tidak dikerjakan struktur beton praktis, sebagai pengikat pasangan setiap meter bentang yang telah ditentukan dalam gambar. Sedangkan struktur beton bertulangkolom praktis yang dicor bersama pemasangan batu, sehingga kekuatan saluran dapat dipertanggung jawabkan.

Pada tingkat atas pasangan batu final, juga seharusnya dipasang ring balk beton bertulang sebagai pengikat kolom pratis yang seharusnya juga dikerjakan, bukan seperti sekarang yang tampak di lapangan, tidak memiliki struktur penguat dinding, yang seharusnya menggunakan beton bertulang kolom dan ring balk praktis 25/25 (matang).

Intinya, banyak hal yang menyimpang dan asal-asalan dalam pelaksanaan proyek plengsengan jalan Beringin Kandangan tersebut, yang telah dilakukan pantauan secara Civil Engineering oleh Suara Publik, termasuk juga saat finishing pekerjaan plesteran dan acian pada dinding plengsengan tampak pada permukaannya, tidak menggunakan campuran spesi luluhyang benar dan yang disyaratkan.

Hasil amburadul yang terjadi padasaluran plengsengan, dapat dikategorikan muspro, dan hanya menghamburkan anggaran APBD 2013, dalam kaitannya pengolahan Dinas PU. Bina Marga Dan Pematusan Pemkot Surabaya.

Sanksi blacklist yang diberikan kepada kontraktor pelaksana tidaklah cukup, namun seharusnya hasil proyek plengsengan di Desa Beringin ini dapat dilanjutkan ke tingkat pemeriksaan kejaksaan, dari semua kerugian negara yang diderita, agar dapat diketahui siapa yang paling bertanggung jawab dalam amburadulnya proyek tersebut.

Seperti biasa, Kepala Bidang (Kabid) Pematusan Syamsul Harriadi, ST., MT, yang sekaligus sebagai PPKm (Pejabat Pembuat Komitmen) selalu enggan untuk ditemui, karena sudah terlalu banyak hasil pekerjaan 2013 lalu, dengan hasil yang tidak sesuai yang diinginkan, dan salah memilih rekanan untuk bekerja sama, dari semua proyek yang dilelangkan pada 2013.

Sementara menurut Yanto selaku pengamat, mengatakan fungsi yang pasti, seharusnya struktur plengsengan untuk menahan arus air yang melintas padasungai, sampai ambang batas maksimal debit air yang mengalir. "Dinding struktur pasangan dinding plengsengan harus kuat dan kokoh, bukan sebaliknya yang tidak dapat menahan arus air pada ambang batas debit maksimal. Apa saja selama ini yang dikerjakan oleh Dinas PU?", ucap Yanto sore tadi.

 

Keterangan foto :

Hancur berantakan, struktur pasangan batu kali plengsengan Beringin Kandangan,

Salahi teknik pelaksanaan, tidak sesuai bestek, spesifikasi mutu bahan, tidak mengacuh kepada RAB dan RKS dalam kontrak awalnya. (Foto Tim Civil Engineering Suara Publik).

 

Editor :