suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sekdinkes Ambunten Dirikan Klinik "Illegal"

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Suasana Pasien di Klinik Barokah
Suasana Pasien di Klinik Barokah
SUMENEP(suara-publik.com)- Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Daerah Sumenep, dr. Fatoni ternyata mempunyai sebuah klinik pengobatan bernama Barokah. Klinik di Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep ini diduga illegal, namun sudah berpraktik bertahun-tahun lamanya. Selain tempatnya jorok, pelayanannya buruk dan ngawur serta hanya dibantu oleh 2 (dua) orang tenaga medis dari akper.

Pantauan suara-publik.com, pasien rawat inap ditempatkan di lantai dan hanya beralas kasur. Sementara kebersihan sekitar klinik milik dokter asal Kota Pudak Gresik ini juga tidak terawat.

Menurut keluarga pasien yang menjalani rawat inap, fasilitas Klinik Barokah seperti ini adanya. “Tiga tahun yang lalu kamarnya ada ranjangnya. Kalau tidak muat, ya sama saja seperti yang sekarang di bawah dan di luar lagi. Kalau layak atau tidaknya, saya tidak tahu. Karena saya orang awam,” keluh keluarga pasien bernama Abdul, asal Ambunten.

Fatoni kepada suara-publik.com, Jum'at(14/3), mengakui bahwa saat ini izin Klinik Barokah masih dalam proses. “Dan sampai detik ini sudah lebih dari 5 (lima) tahun tidak ada hambatan, walaupun fasilitas seadanya,” ucap Fatoni ketus.

“Seperti yang rawat inap, saya siapkan kasur di lantai, bahkan di luar. Tetapi pasien kalau sudah ramai, tempat ini tidak memadai,” jelas Fatoni bangga.

Pimpinan KOMNAS PKPU Cabang Pamekasan, Zainal Fatah menyayangkan keberadaan Klinik Barokah yang ngawur tersebut. “Seorang dokter senior, apalagi menjabat sebagai Sekdinkes di daerah, seharusnya memberi contoh yang baik kepada bawahannya! Kalau fasilitasnya demikian itu sangat tidak layak, karena selain izinnya harus lengkap, fasilitas harus memadai,” terangnya.

Zainal Fatah mendesak pihak Dinkes Kabupaten Sumenep segera mengambil tindakan tegas kepadaFatoni. Karena hal ini jelas melanggar UU tentang Kesehatan. “Selain Klinik Barokah, juga ada tempat Wahby yang diduga hanya ditangani oleh seorang perawat,” tegasnya. (Din,zai)

Editor :