Surabaya, suara-publik.com - Surat dari RS Bakti Dharma Husada (BDH) berisi hasil tes swab atau PCR Swab Corona Covid-19 pada 21 oktober 2020 dibuka oleh JK dengan perasaan was-was. Ini merupakan hasil tes dari Labkesda Surabaya untuk ibunda nya yang telah meninggal dunia.
Batinnya berkecamuk. Harap-harap cemas antara positif atau sudah berhasil negatif Covid-19. Hasil tes dibaca, keterangannya justru membingungkan.
Sambil mengernyitkan dahi, JK tidak menyangka hasil tes swab diterimanya tidak memberi kepastian. Bukan tulisan positif atau negatif. Hasil tes menyebutkan kondisinya terkini adalah Presumtive positive/inconclusive, atau tidak bisa disimpulkan. "Tiba-tiba yang keluar adalah presumtif itu. Dugaan dan tidak bisa disimpulkan," ujar jk. Selasa (27/10).
Dia bercerita, semua bermula ketika ibundanya yang sakit dirawat di RS BDH, setelah berhari-hari berjuang melawan sakit akhirnya takdir berkata lain.
Berbekal hasil yang tak menyenangkan itu, karyawan swasta tersebut mengambil inisiatif untuk melakukan penelusuran terkait hal itu. Dalam hasil tes juga dilampirkan sejumlah keterangan lain, seperti E Gene yang disertai angka tertentu. Keterangan ini tidak mereka pahami.
Sejauh pemahamannya sebagai masyarakat, seharusnya hasilnya berada antara positif atau negatif saja. Mengingat tes PCR Swab merupakan tes yang paling akurat.
Fakta lain yang dia temui dari hasil tes membuat JK bingung. "Dengan keluarnya hasil presumtif itu sangat membingungkan. Seolah hasilnya membingungkan. Karena saya merasa belum ada edukasi sebelumnya tentang hal itu," cerita JK.
Hasil abu-abu tersebut mendorong awak media mendatangi RS BDH, selasa (26/10) di sana mereka bertemu dengan pihak Tata Usaha yang menganjurkan untuk menanyakan hal itu ke Labkesda, "Silahkan menanyakan ke Labkesda karena yang mengeluarkan hasil tes Swab adalah dari sana, pihak BDH hanya mengirim sample Swab," ungkap Umam, Kepala TU RS BDH.(WAHYUDI/AMBON)
Editor : Redaksi