suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Miring, Bergelombang, Hancur, dan Diurug Sembarangan

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini boleh bangga menerima berbagai penghargaan tingkat Nasional maupun Internasional. Namun ia layak dikatakan tidak becus dalam hal penanganan brand gang, Dolly, serta mengatasi bawahan yang menangani proyek saluran dan U-Gutter, yang banyak merugikan warga Surabaya.

 

SURABAYA (suara-publik.com)-Seperti proyek saluran dan U-Gutter di Jl. Balongsari, Kecamatan Tandes. Meski pemasangan U-Gutter miring, bergelombang, terkelupas hingga tampak besi beetonnya serta terdapat celah minimal 30 centi meter, tetapi tetap saja diteruskan dan diurug dengan asbes, tanah liat, kayu, dan geragal, seperti di depan Puskesmas Balongsari. Bahkan pemasangan Kanstin beton tidak tertanam minimal 10 senti meter, dan celahnya ada yang lebih 2 centi meter.

Terkelupasnya U-Gutter hingga terlihat besi beton, bahkan banyak yang pecah, diduga penyebabnya adalah saat memasang terlalu keras dipaksa dengan alat berat (Bego) yang digunakan sebagai palu untuk menanam U-Gutter agar sama rata dengan lainnya. Hal ini sebagaimana investigasi suara-publik.com (Suara Publik Grup) di lapangan bersama para warga dan Karang Taruna Balongsari yang melihat secara pemasangan U-Gutter asal-asalan itu.

Beberapa kali di lapangan, suara-publik.com tidak pernah menemui pengawas proyek atau konsultan untuk dikonfirmasi. Para pekerjanyanya juga tidak berseragam seperti dulu lagi yang memakai kaos warna Merah bertuliskan Dinas Pematusan Dan Cipta Karya.

Beberapa Pejabat terkait seperti Erna, Lilik dan Samsul Harijadi tidak pernah menjawab ketika dikonfirmasi Suara Publik via seluler. Bahkan saat didatangi di kantornya, mereka terkesan menghindar untuk menemui wartawan.

Ir. Gandi, seorang Pengamat asal Surabaya mengatakan, proyek saluran dan U-Gutter itu tidak layak langsung diteruskan. Seharusnya beton U-Gutter diambil lagi, dan pengerukan saluran harus diulang untuk diratakan, agar pada saat pemasangan U-Gutter tidak bergelombang dan tidak ada kemiringan,” terangnya.

Ditambahkannya, “Kalau memang sesuai speknya harus diberi dasar seperti trucuk’an (untuk tanah gerak) ya harus diberi, yang kemudian samping kanan, kiri dan di bawah U-Gutter diurug dengan sirtu,” imbuhnya.

Kakak kandung salah satu tim audit BPK RI ini juga menyalahkan penutupan celah dari pemasangan U-Gutter yang lebih dari 30 centi meter hanya menggunakan komposisi campuran adonan yang campuran semen yang kurang bagus. Terbukti, batu kerikil yang digunakan sebagai campuran sudah terlihat mulai mengelupas hingga merata.

Masih Gandi, “Pemasangan Kanstin beton juga salah, seharus bukan ditempel, tetapi ditanam minimal 10 senti meter, serta celah tidak begitu lebar,” sesalnya. Lanjutnya, “Saya sangat menyayangkan pengerjaan proyek saluran dan U-Gutter di Balongsari tidak ditangani secara benar. Dan banyaknya kontraktor siluman, di Pemkot Surabaya, seperti yang meneruskan proyek sekarang ini, sudah menjadi rahasia umum. Saya yakin ada main dengan oknum pejabat Pemkot Surabaya,” ucapnya menduga. (ono) bersambung........

Editor :