Tidak hanya itu, pemasangan keramik dinding tembok depan terlihat jelek dengan sedikit warna pink dan coklat. Sementara lisplank tampak depan ornamen disambung hanya dengan penyemenan yang sepertinya kurang maksimal.
Di teras depan, pasangan gypsum masih tampak bergelombang. Selanjutnya, rencana lantai keramik dalam gedung pengadilan masih menjadi pertanyaan soal ketinggiannya. Karena terlihat tidak sesuai, dan lebiih rendah.
Mulia Kusuma selaku Pejabat Pembuat Komitmen ketika dikonfirmasi Suara Publik Grup mengatakan, pengerjaagedung PN Gresik tiap tahunnya ada lelang, bisa dilihat di LPSk dan e-proc. “Ada 5 tahap, tahap pertama Rp. 11,5 miliar, namun masih ada sisa. Tahap 2 Rp. 3,8 Miliar, tahap 3 Rp. 3,5 miliar, tahap 4 Rp. 3,6 miliar dan tahap 5 sekitar Rp. 500 juta,” jelasnya.
Mulia Kusuma beranggapan tidak ada masalah dalam pengerjaan proyek tersebut, “Kita tunggu dana turun tahap 5 untuk pengerjaan paving, drainase dan lisplank, kita turun (pindah) 2015,” paparnya. (ono)
Editor : Pak RW