suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Razia Gabungan Satroni Kontrakan Mesum di Depok, Lima PSK & Dua Germo Diamankan

avatar suara-publik.com
Gabungan Satpol PP Depok & Polres Metro Kota Depak Razia Kos-kosan Mesum di Kecamatan Sukmajaya, Depok, Sabtu (06/02/2021)
Gabungan Satpol PP Depok & Polres Metro Kota Depak Razia Kos-kosan Mesum di Kecamatan Sukmajaya, Depok, Sabtu (06/02/2021)
suara-publik.com leaderboard

DEPOK (Suara Publik)- Akhirnya setelah bertahun-tahun tak tersentuh hukum, praktek prostitusi di Kp. Bulak Cisalak RT 2 RW 1, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Depok ditertibkan oleh aparat gabungan dari Satpol PP, Kodim 0508 Depok dan Polres Metro Kota Depok, Sabtu (06/02/2021).

Pantauan di lapangan, puluhan personil yang tiba di lokasi Pasar Kambing Juanda Depok terlihat langsung bergerak menyisir kontrakan yang kerap dijadikan sebagai tempat 'mesum'.

Namun puluhan kontrakan berukuran 2,5 x 4 meter persegi itu nampaknya masih sepi dari pekerja seks komersial (PSK) dan tamu (Pria hidung belang) yang biasanya melakukan maksiat di tempat tersebut.

Meski demikian, aparat gabungan masih berhasil mengamankan satu pasangan mesum, lima PSK dan dua orang 'mami' (germo) serta puluhan botol minuman keras (Miras).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Lienda Ratna Nurdianny yang memimpin langsung jalannya penertiban mengaku baru kali ini datang ke tempat tersebut (Prostitusi Pasar Kambing). "Saya baru tahu ada tempat seperti ini di sini", ujar Lienda disela kegiatan, Sabtu malam.

Sementara itu, beberapa warga di Pasar Kambing Juanda Depok merasa senang dengan dilakukannya razia penertiban tersebut. AR misalnya. Selama bertahun-tahun ia merasa resah dengan adanya praktek prostitusi dan kegiatan perjudian yang kerap dilakukan ditempat tersebut.

Meski demikian, ia tidak bisa berbuat banyak karena takut dengan ancaman dari oknum-oknum yang di duga membekingi tempat maksiat itu.

"Saya dan warga lainnya tidak bisa berbuat banyak karena banyak yang membekingi kegiatan itu. Daripada nanti ada apa-apa sama keluarga kami, mendingan kami diam saja," ujar AR yang ikut menyaksikan jalannya penertiban.

Sementara GS, warga yg tinggal tak jauh dari lokasi penggerebekan mengatakan bahwa PSK yang terjaring saat razia masih sangat sedikit. Menurutnya, setiap malam para PSK yang mangkal bisa 5 kali lipat dari yang terjaring malam ini. Apalagi saat malam minggu. "Inimah belum seberapa, sebenarnya masih banyak yang lainnya. Mungkin razianya sudah bocor," ujar GS.

Ia berharap, Satpol PP dan TNI-Polri rutin melakukan kegiatan penertiban seperti ini. "Jika razianya rutin dilakukan, pasti para PSK dan pria hidung belang tidak akan nyaman lagi melakukan aksinya di tempat ini. Akhirnya mereka akan pergi sendiri dari tempat ini", pungkas GS yang diamini beberapa warga lainnya. (fer/dwi)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper