suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Proyek Saluran Balongsari Beresiko Tenggelamkan Rumah

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Dalam hal penangan proyek di Kota Surabaya, Walikota Surabaya Tri Rismaharini memang hanya pandai berteori saja, tapi kenyatannya “Nol besar”. Seperti proyek saluran dan U-gutter di Balongsari pasca mangkrak berbulan-bulan, kini mulai dikerjakan lagi. Namun pengerjaannya masih amburadul, serta tidak sesuai bestek.

 

SURABAYA (suara-publik.com)-Proyek di bawah naungan Pemkot Surabaya senilai milyaran rupiah ini disinyalir bakal mengalami pembengkakan dana. Terbukti, sepanjang jalan aspal mulai depan Kantor Koramil Balongsari hingga ke arah Selatan, ketinggian aspalnya bertambah lebih 20 centi meter. Resikonya, rumah warga yang lebih rendah dari jalan raya bakal gampang kebanjiran.

Tokoh pemuda Balongsari yang akrab dipanggil Mud, kepada suara-publik.com (Suara Publik Grup) menyayangkan pengerjaan proyek saluran yang menghamburkan uang rakyat itu. “Anak buahe Risma iki yok opo, kok sik gak entos ae nyambut gawe? (Anak buah Risma ini gimana, kok masih saja tidak becus bekerja)?” tanyanya heran.

Sosok yang dikenal blak-blakan ini berharap agar Risma benar-benar memilih orang yang bisa bekerja, bukan asal-asalan. “Gurung-gurung beton saluran wis gupil-gupil, masang beton saluran gak roto, diurug sembarangan nganggo lempung, miring, pokok’e garapane koyok leng’e Tikus (Belum-belum U-gutter sudah pecah, pemasangan U-gutter tidak rata, diurug sembarangan dengan tanah liat sisa bongkaran, miring, hasil pengerjaannya jelek seperti sarang Tikus),” gerutunya dengan logat Surabayanya yang kental.

Mud mendesak aparat penegak hukum agar turun tangan dan tidak tebang pilih dalam menangani masalah ini. “Engkuk nek tak eksekusi dewe, jare sulapan? (Nanti kalau aku turun sendiri, katanya sulapan),” sindirnya dengan guruan khasnya.   

Terpisah, pengamat Civil Engineering (Teknik Sipil) Anton, ST, yakin ada yang tidak beres dengan menambah ketinggian sekitar 20 centi meter jalan aspal di sebalah proyek saluran dan U-Gutter di Balongsari. Karena jelas, kata Anton, peninggian jalan aspal itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Tapi saya belum mengetahui apakah peninggian jalan itu dilelang atau tidak. Karena nilai ratusan juta, mestinya harus melalui lelang,” tegasnya.

Anton mengaku cemas nantinya rumah toko atau rumah warga yang di sebelah proyek saluran akan terkena imbas banjir, sebab lebih rendah dari jalan aspal depannya yang telah ditinggikan. “Anton mengetahui dulu sebelum ada proyek saluran dan U-gutter, hujan selama 3-4 jam di Balongsari berakibat banjir. Pasca ada proyek ini, apalagi yang mangkrak beberapa waktu lalu, hujan 1 jam bisa berakibat banjir, karena saluran tidak berfungsi dengan baik,” bebernya.

“Bagaimana mungkin peninggian jalan untuk sekelas pemkot atau kabupaten, bisa mencapa 20 centi meter? Jadi sekali lagi, ini pasti ada yang tidak beres?” imbuhnya menduga.

Seperti biasa, Kepala Bidang (Kabid) Pematusan Dinas PU Bina Marga Pemkot Surabaya, Syamsul Hariadi, ST., MT, belum mau dikonfirmasi. (ono)

 

 

Editor :