suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

AKG Bantah Soal Perselingkuhannya dengan JMK

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
KAB MOJOKERTO(suara-publik.com)-AKG akhirnya angkat bicara terkait adanya dugaan hubungan gelap antara dirinya dengan JMK di Hotel PRS di Surabaya. Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari Partai NasDem ini membantah jika dituduh tidur sekamar dengan anggota dewan dari Partai Gerindra pada 22 September lalu.

 

Informasi itu tidak benar, karena saya sakit,” akunya, sembari menceritakan bahwa ia saat itu memang benar-benar lagi sakit. “Di sana (Hotel PRS) saya gak kuat, terus tas saya tinggal di mall, setelah itu tas saya dibawakan sama Pak JMK ke kamarnya, dan kebetulan kamarnya Pak Jatmiko itu sederet dengan kamar saya, terus saya melihat kondisi kamarnya Pak Jatmiko terbuka, otomatis saya mau ambil tas saya itu,tuturnya.

 

Lanjut AKG, “Tetapi terus terang, ketika saya menemui Pak Jatmiko di kamarnya, beliau tidak tahu wajah saya itu pucat, hingga saya ditanyai sama Pak Jatmiko, apakah saya sakit ? Saya jawab iya saya sakit. Lalu Pak Jatmiko tanya, ya udah, kalau gitu yang jadi temannya sekamar dimana ? Saya jawab masih ada di bawah, saya kan sudah gak kuat, kepala saya kan pusing, saya butuh oksigen waktu itu. Karena saya sudah beberapa hari ini kena sakit tipes, dan sudah seminggu, tapi belum juga sembuh, bahkan saya itu juga kena sakit pokalen dan dosemik,” paparnya.

 

AKG mengaku, karena keterangan obatnya ada untuk sakit tipes, ia butuh istirahat. “Dan kebetulan waktu itu, Pak Jatmiko bilang kalau gitu tidur sini aja, saya tak pergi. Lalu saya jawab oh ya sudah kalau gitu. Terus saya tidur sampai pagi, namun ketika saya bangun, tiba-tiba badan, kaki dan tangan saya tidak bisa gerak seperti diikat tali karena hippokal ini,” terangnya.

 

AKG menyarankan suara-publik.com untuk menemui dokternya, jika membutuhkan wancana tentang hippokal, “Saya tidak apa-apa, tidak masalah. Memang hippo palemik nang ponasia seperti itu, kebanyakan orang pingsan,ketusnya.

 

AKG mengakui sekarang ini membawa rekam medicnya selama Lima tahun. “Dan ketika saya sakit waktu itu, teman yang sekamar dengan saya, pergi ke bawah bersama semua orang membicarakan apa itu, saya tidak tahu. Waktu itu saya hippokal, dan seandainya saya hippokal tidak segera tidur, itu bisa bahaya, apa lagi saya punya riwayat penyakit jantung,jelasnya.

 

Seperti diketahui, Sekretaris LSM FALOM, Machroji Machfud kepada suara-publik.com mengaku, kronologis peristiwa dugaan hubungan gelap ia peroleh dari mulut kemulut dan media. Menurutnya, ketika anggota DPRD Kabupaten Mojokerto mengadakan kegiatan rapat membahas tata tertib (tatib) di Hotel PRS, dan setelah rapat membahas tatib sudah selasai, akhirnya Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Mojokerto menyiapkan kamar untuk menginap anggota DRPD.

 

Dikatakannya, aturannya yang dibuat Sekwan adalah perkamarnya harus ditempati dua orang anggota DPRD. “Karena anggota DPRD yang sekamar dengan JMK, anggota DPRD dari Partai Gerindra itu pulang ke Mojokerto, maka JMK sendirian di kamarnya,” ulas Machroji. 

 

Imbuhnya, “Mungkin sebelum pindah kamar, AKG berkomunikasi dengan JMK. Setelah itu AKG pindah kamar menuju kamarnya JMK, dan gelagat ini diketahui beberapa teman anggota dewan lainnya. sehingga dimungkinkan AKG malu, dan terpaksa menunggu keluar hingga pagi,” ujarnya menduga.

 

Dan benar, ujar Machroji, beberpa teman memergoki AKG pagi-pagi baru keluar, tetapi terkesan berpura-pura pingsan. Beberapa teman menolongnya, bahkan suami AKG dihubungi oleh temannya,” terangnya.

 

Ia menambahkan, “JMK sempat menyarankan suamin AKG agar membawa istrinya ke rumah sakit. Tetapi saya tidak mengetahui dimana rumah sakitnya,” aku Machroji.

 

Terpisah, Ketua LSM Telinga Lebar yang berkantor di JL. Kartini Surabaya mengatakan, semua pihak tidak boleh gegabah menyelesaikan masalah ini. “Tetapi yang kami sayangkan, mengapa JMK tidak menghubungi keluarga AKG malam itu juga, atau minimal melaporkan kepada pimpinannya bahwa AKG sedang sakit dan saat itu tidur di kamarnya. Sehingga tidak timbul fitnah seperti sekarang ini,” sindir Benhard Manurung.  (twi,red) foto:ilustrasi

 

 

 

Editor :