Sukoto Direktur Koran Harian Memorandum yang mencoba tampil dalam perhelatan Pilkada di Surabaya. Pria berkumis lebat ini sudah 3 tahun lamanya blusukan di kampung-kampung mendengar langsung keluhan warga. Berbagai event kampong selalu didatangi, baik pengajian, olah raga maupun temu warga. Bukan hanya dating, Sukoto juga sering membantu operasional kegiatan kampung tersebut.
Pada Suara Publik group, Sukoto menyatakan bila dirinya intens dengan pengurus RT RW di Surabaya “saya sering menghadiri undangan para pengurus RT RW, segala keluhan warga saya tampung dalam setiap kunjugan ” paparnya. Lebih lanjut wartawan senior ini menjelaskan betapa dirinya mendengar langsung kebutuhan warga saat blusukan di kampung.
Masih Sukoto, bila saya di percaya menjadi Walikota Surabaya, RT RW beserta warga nya akan kami perhatikan terlebih dahulu. Baik ekonomi, Pendidikan juga kesehatannya. Untuk itu sudah saya siapkan strategi pemberdayaan kampung seperti yang diusulkan warga saat tim kami blusukan.
1. Memberdayakan pengurus RW dengan memberikan anggaran Rp 500 juta pertahun sebagai dana pembangunan dan pemberdayaan ekonomi kerayatan. Dengan dana ini maka ditargetkan pada tahun 2020 tidak ada lingkungan kumuhdi stiap RW, tidak ada lagi RW yang tidak memiliki balai atau fasilitas pertemuan publik lainya, termasuk fasilitas olahraga.
2. Menambah jumlah rumah sakit dengan meningkatkan status Puskesmas menjadi Rumah Sakit dalam upaya memperluas jaringan layanan dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Dengan makin bertambahnya rumah sakit milik pemkot yang dilengkapi dengan jumlah tenaga medis dan fasilitas yang memadai maka, pada tahun 2020 pelayanan kesehatan mampu menjangkau setiap warga dengan mudah, cepat, dan professional.
3. Mendirikan sentral kampung wisata yang mampu menintegrasikan aneka pertunjukan senibudaya tradisional kelas dunia, pemasaran produk ekonomi kreatif dan aneka bentuk lain yang mencerminkan “kehebatan produk lokal”, dengan budaya local yang kuat dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga di era percaturan budaya-ekonomi global.
4. Membangun jaringan outlet pasar modern di setiap kelurahan dan dikembangkan terus jumlahnya sebagai upaya penyediaan bahan kebutuhan pokok dan penyediaan tempat memasarkan bagi produk-produk warga (home industry) untuk bisa dipasarkan. Ditargetkan pada 2020 telah dibangun minimal setiap kelurahan
Itulah program awal Sukoto, tentu hal ini bisa mendapat dukungan dari RT RW. Sebab seama ini RT RW hanya dijadikan komuditas politik saja oleh elit Politikus. Dengan janji Sukoto yang demikian angin segar berpihak pada RT RW se Surabaya bila Sukoto benar-benar menjadi Walikota.(*)
Editor : Pak RW