suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

PJT I Siapakan Skenario Hujan Buatan Hadapi Kemarau Panjang

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Suara-publik.com, SURABAYA-Dari perkiraan BMKG, tahun ini wilayah Jawa Timur berpotensi terdampak kemarau yang panjang (el nino). Jika memang terjadi, Perum Jasa Tirta (PJT) I telah menyiapkan skenario teknologi modifikasi cuaca dengan membuat hujan buatan.

 

"Saat ini stok air dari waduk yang kami kelola masih cukup banyak. Namun jika terjadi el nino dan stok air di waduk menipis, maka kami pun siap untuk membuat hujan buatan," ujar Sekretaris PJT I, Ulie Mospar Dewanto saat ditemui, Jumat (10/7) petang.

 

Menurutnya, hujan buatan dapat dilakukan jika memang kondisi awan di atmosfer sudah cukup mengandung banyak air tapi masih sulit menjadi hujan. Sehingga, dengan rekayasa teknologi maka awan bisa dipaksa untuk menjadi hujan yang jatuh sampai ke permukaan tanah dan tepat pada daerah yang diinginkan.

 

Masih Ulie, proses hujan buatan sebelumnya juga beberapa kali dilakukan perusahaan BUMN terebut seperti tahun 2012 silam. “Saat itu, hujan buatan berhasil dilakukan bekerjasama dengan UPT Hujan Buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas,” paparnya.

 

Dalam pelaksanaannya yakni menggunakan pesawat Cassa milik BPPT dengan bantuan crew pesawat dari PT Nusantara Buana Air (NBA). Pos komando hujan buatan biasanya bertempat di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

 

Tujuannya, lanjut dia, adalah mengamankan ketersediaan air di waduk-waduk yang berada di bagian hulu DAS Brantas agar dapat mencapai kondisi penuh. Air dari waduk-waduk di bagian hulu DAS Brantas dipakai memenuhi kebutuhan seperti sumber tenaga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), irigasi pertanian, industri dan lain-lain.

 

Adapun sasaran pengisian waduk adalah di Bendungan Sutami-Lahor dan Bendungan Sengguruh yang merupakan beberapa waduk pengendali air di DAS Brantas dan menjadi penopang perekonomian bagi masyarakat di Jawa Timur.

 

Ulie menambahkan, hujan buatan menjadi solusi terakhir. Namun disaat stok air masih melimpah, maka pasokan air akan diatur sesuai ketentuan dan standar operasional prosedur.

 

"Kami punya protap dan SOP. Jadi kalau air masih tersedia kami manage dan atur distribusinya. Misalnya untuk irigasi bisa dibagi, karena tidak setiap hari sawah harus dialiri air. Kalau stok air menipis, air irigasi sawah padi bisa disuplai dua atau tiga hari sekali," tukasnya. (ono)

Editor :