suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Rebutan Uang Kost Berujung Penganiayaan, M. Latif Diadili Walaupun Sudah Damai Dengan Adiknya

avatar suara-publik.com
Foto atas: Terdakwa M.Latif, menjalani sidang di ruang Garuda 2 PN.Surabaya, secara online,Rabu (08/09/2021). Foto bawah: Saksi korban M.Golib, dan saksi Wahyudin, memberikan keterangan di persidangan.
Foto atas: Terdakwa M.Latif, menjalani sidang di ruang Garuda 2 PN.Surabaya, secara online,Rabu (08/09/2021). Foto bawah: Saksi korban M.Golib, dan saksi Wahyudin, memberikan keterangan di persidangan.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, Suara Publik - Sidang perkara penganiayaan sehingga korban mengalami cidera berdarah pada dahinya, dengan terdakwa M.Latif, diruang Garuda 2 PN.Surabaya, secara online, Rabu (08/09/2021).

Dakwaan yang dibacakan Jaksa Fathol Rasyid, menyatakan terdakwa melakukan tindak pidana "Penganiayaan".

Sebagimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 351 ayat (1) KUHP. 

Jaksa Fathol menghadirkan saksi korban M.Golib dan saksi Wahyudin yang menyaksikan kejadian.

100%100%

Saksi M.Golib yang juga adik kandung dari terdakwa menceritakan kejadian penganiayaan atas dirinya, saat itu hari Senin 23 November 2020, sekitar jam 4 sore, di jalan Rungkut tengah gang 3 nomer 5 Surabaya.

Saat itu Golib menanyakan uang kos yang sudah sekitar setahun tidak pernah ada laporan, 

" Saya tanyakan ke kakak saya perihal uang kos keluarga kok gak ada laporannya," ujar saksi Golib.

" Kamu diapakan sama terdakwa, uang kos itu per bulannya berapa," tanya hakim.

" Uang kos itu sebulannya 100 ribu pak, saya dipukul dipelipis kiri saya pak, sampai saya terjatuh ke jalan pavingan," jelas saksi.

Saksi Wahyudin menjelaskan kalau dirinya melihat kejadian tersebut, karena ada di tempat kejadian.

Jaksa Fathol mencoba mengingatkan saksi Golib, sampai kakaknya dipenjara, sedangkan masih bersaudara kandung,

"Kan terdakwa kakak kandungmu, sampai masuk penjara begini kan kasihan, damai sajalah, " ucap jaksa Fathol.

Maslah penganiayaan tersebut sudah pernah didamaikan oleh keluar dengan surat penyataan dan ditandatangani korban dan terdakwa, namun setelah ada perdamaian, justru korban M.Golib tetap melaporkan kakaknya M.Latif ke Polrestabes Surabaya.

Sidang akan dilanjutkan dua pekan mendatang dengan agenda tuntutan jaksa.

Diketahui, Awalnya M.Golib (adik kandung terdakwa M.Latif) , menanyakan uang hasil kos kosan peninggalan orang tuanya.

Saat M.Golib ( korban) menerima uang kos salah satu kamar, lalu diberikan ke terdakwa, namun terdakwa menolak menerimanya, sehingga terjadi cek Cok keduanya. Terdakwa M.Latif mendatangi M.golib sedang duduk diatas sepeda motor depan rumah, terjadi cek Cok , terdakwa menjambak rambut golib, dan memukul dahi pelipis menggunakan tangan kanan, sampai akhirnya keduanya jatuh ke paving jalan.

M.Golib mengalami luka memar dibagian dahi sebelah kanan atas dengan ukuran 3 cm X 3 cm, akibat kekerasan tumpul.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper