suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Bekap Dengan Bantal dan Cekik Istrinya Hingga Tewas, Djoni Pranoto di Tuntut 14 Tahun Penjara

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Jhony Pranoto Kasum, perkara pembunuhan, tanpa penyesalan mendengarkan tuntutan dari Jaksa, di ruang Cakra PN Surabaya, secara online, Selasa (21/09/2021).
Foto: Terdakwa Jhony Pranoto Kasum, perkara pembunuhan, tanpa penyesalan mendengarkan tuntutan dari Jaksa, di ruang Cakra PN Surabaya, secara online, Selasa (21/09/2021).
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, Suara Publik - Terdakwa Jhony Pranoto Kasum dituntut pidana 14 tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hasan Efendi,SH, dari Kejari Tanjung Perak, menyatakan terdakwa bersalah membunuh istrinya, Putri Ima Camelia Sady, yang saat itu sedang hamil usia kandungan lima bulan.

Pria 27 tahun ini juga dituntut membayar denda Rp 5 juta. Jika tidak sanggup maka diganti dengan pidana enam bulan kurungan.

Jaksa Hasan menyatakan Jhony bersalah melanggar Pasal 44 ayat 3 Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tanggal. "Menuntut supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga terhadap istri sahnya yang mengakibatkan matinya korban," kata jaksa Hasan saat membacakan tuntutan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (21/09/2021).

Jhony mengaku menyesal dan khilaf, menurut dia tidak ada niatan untuk membunuh istrinya "Saya mohon supaya dihukum yang seringan-ringannya. Saya khilaf. Tidak ada niat sama sekali," ujarnya. 

Atas tuntutan tersebut, terdakwa melalui penasihat hukumnya akan mengajukan pembelaan pada persidangan Selasa pekan depan. Hakim Suparno menutup persidangan dengan ketokan palu.

Perbuatannya itu dilakukannya karena merasa emosi dengan sikap istrinya. Pada Senin (19/4) pukul 21.00 dia yang tinggal di Jalan Gayungan VII meminta istrinya untuk gantian memomong anaknya yang masih balita. Namun, Putri menolak. Selain itu, Putri yang memiliki penghasilan lebih tinggi dari suaminya itu menyinggung kameranya yang digadaikan. Putri menyepelekan kemampuan suaminya untuk menebus kameranya itu karena penghasilannya yang lebih kecil.

Sempat terjadi percekcokan. Jhony sempat mengajak anaknya pergi ke rumah kakek neneknya. Setelah meninggalkan anaknya, dia kembali ke rumah. Jhony mempertanyakan sikap Putri yang kerap meremehkannya. Terjadi cekcok lagi hingga Putri mengusir suaminya dari rumah. 

Jhony yang sudah terlanjur emosi mendorong Putri hingga terjatuh di kasur. Dia lalu menindih tubuh istrinya dan mendekap wajahnya dengan bantal. Leher Putri dicekiknya. Jhony sempat panik mengetahui istrinya mati. 

Ketika membuang jasad istrinya, Jhony membungkusnya dengan kasur yang dibalut kain sprei. Sampai beberapa hari berada di lahan kosong samping gedung Kantor PWNU Jatim di Jalan Pagesangan, Surabaya. Bau yang menyengat mengundang warga yang berada di sekitar, hingga akhirnya perkara ini terungkap.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper