Di situ, Velly yang di kawal pacarnya langsung menuju ke Iguana cokelat diketahui yang berasal dari Columbia yang sedang dipamerkan di atas kotak kayu berpenutup kain. Reptil sejenis kadal besar itu tengah makan sayuran. "Ih, lucu banget," kata velly sambari tersenyum kecil
Beberapa pengunjung juga mendekat, mengamati hewan asal Kolumbia itu dari jarak dekat. Tapi Velly lebih berani. Gadis berkulit putih itu mengelus-elus punggung Iguana itu. "Iguananya terpejam-pejam tuh, Mbak, dielus-elus," ngak apa apa kata pengunjung lain. Velly hanya tersenyum.
Iguana tersebut satu di antara dua ekor yang dibiarkan nangkring oleh pemiliknya di luar sangkar. Mereka merupakan bagian dari puluhan reptil yang dipamerkan oleh 28 klub pecinta satwa di BG Junction Jalan Bubutan Surabaya.
Selain Iguana, hewan melata lain yang dipamerkan, di antaranya, ular piton albino dan beberapa jenis ular lain, Leopard Gecko (sejenis tokek), yang semuanya masih bayi. Ada juga hewan air, seperti ikan, kura-kura, kodok langka, dan juga burung dan yang paling unik ada juga Buaya terkecil di dunia
Yaitu buaya draf caymen yang berasal dari amerika.
Velly mengaku menyenangi satwa, terutama yang jarang dijumpai di Indonesia. Di rumah dia mengaku memelihara tupai terbang. Karena itu, dia tidak merasa jijik atau geli ketika melihat Iguana dan hewan reptil lainnya di pameran. "Biasa saja, tidak takut. Justru saya suka," ucap Velly.
Budi, penyelenggara pameran, mengatakan, tujuan utama pameran satwa digelar untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar menjadikan hewan laiknya teman. Dengan begitu, keberadaan satwa bisa lestari.
"Selama ini perlakuan baik terhadap satwa baru di luar. Di negeri kita masih minim. Nah, pameran ini tujuannya untuk mengakrabkan manusia dengan satwa. Biar kalau ketemu reptil tidak langsung dibunuh," ujarnya.(TOM)
Editor : Pak RW