SURABAYA - SUARA PUBLIK. Kasus pembunuhan di Jl Karah Gg.
II/35, terus bergulir. Polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap
pelaku tunggal, Soekisno (62). Meski keluarga dan warga setempat mengatakan,
bahwa Soekisno menderita gangguan jiwa alias gila dan pernah dirawat di Rumah
Sakit Jiwa (RSJ), tetapi penyidik Polsek Jambangan tidak gegabah
mempercayainya. Untuk pembuktiannya, rencanannya, Senin (14/3) nanti, Soekisno
akan di tes kondisi kejiwaannya.
Demikian dikatakan oleh Kapolsek Jambangan Kompol
Danny Yulianto saat dikonfirmasi, Sabtu (12/3) siang tadi. Ia mengatakan,
selain memeriksa kondisi kejiwaan pelaku, polisi juga memeriksa dua orang
saksi, yakni bibinya dan tetangganya, Didik. Tetapi itu belum cukup.
"Pelaku (Soekisno) akan kami periksa kejiwaannya di RS Bhayangkara Polda
Jatim," terang Danny.
Danny menambahkan, memeriksa bibinya, hanya sebatas
mengetahui sejauh mana kejiwaan Soekisno. Dan diketahui, bila selama ini
Soekisno masih kontrol ke dokter dan memang pernah dirawat di RSJ. "Surat
keterangan dokter nanti akan kami minta sebagai pembuktian Soekisno gila atau
tidak," imbuhnya.
Jika nanti Soekisno di tes dan dokter mem-vonis
benar-benar gila, berarti polisi tidak menahannya (melepaskan) demi hokum. Hal itu
seperti yang tertuang pada pasal 44 KUHP yang berisi 'Tiada dapat dipidana
barang siapa mengerjakan suatu perbuatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan
kepadanya, sebab kurang sempurna akalnya atau sakit berubah akal. "Proses
hukum tetap berlanjut. Kami tetap megumpulkan bukti-bukti untuk diserahkan ke
kejaksaan. Nanti biar hakim yang memutuskan," terangnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Diduga tidak
waras, Soekisno, nekat membunuh Yanto Band (50), temannya sendiri di rumahnya
di Jl Karah Gg. II/35, Jumat (11/3) kamarin. Yang lebih sadis lagi, kakek 62
tahun itu, menghabisi korbannya dengan cara memukul kepalanya menggunakan Gancu
(cangkul berbentuk sabit).
Berdasarkan keterangan warga sekitar, Soekisno
mempunyai riwayat penyakit gila dan pernah dirawat di Rumah sakit Jiwa (RSJ).
Bahkan, perbuatan sadisnya itu, bukan hanya sekali ini saja. Beberapa bulan
lalu, ada warga setempat tiba-tiba dipukul kepalanya menggunakan batu (paving).
Korban berjenis kelamin laki-laki tersebut, sempat dilarikan di rumah sakit dan
beberapa hari kemudian meninggal dunia. "Ada juga warga sini juga pernah
matanya ditusuk menggunakan obeng, tetapi kali ini tidak sampai
meninggal," jelasnya.(TOM)
Editor : Pak RW