SURABAYA - SUARA PUBLIK. Tragis benar nasib seorang penjual
akik yang bernama mulyadi (42) warga dusun krajan rt 03 / rw 06 desa Bagorejo,
kec. Srono Banyuwangi. Mulyadi (42) bersama dua temannya sehabis mengikuti
pameran batu akik pada hari sabtu 12/3/2016 sekitar jam 01.00 wib di
sidoarjo. Mulyadi bersama kedua temannya ingin menghabiskan waktu senggangnya
ke tempat eks lokalissi sememi moroseneng benowo. Sampai di lokalisasi tersebut
korban keliling di lokalisasi tersebut dan akhirnya korban mendapat apa yang di
ingginkan.
Mulyadi masuk di sebuah rumah sudah ada perempuan yang berdandan menor dan berpakaian seksi siap melayani tamu. Sementara kedua teman korban menunggu di dalam mobil di luar, karena tidak ingin menikmati tubuh PSK.
Hampir satu jam tersangka di dalam kamar bersuka ria dengan
seorang perempuan PSK. Setelah itu korban bersama kedua temannya langsung
bergegas pulang, tapi naas sesampainya di jalan Mayjen Sungkono, Korban muntah
muntah dan mintak berhenti. Pada saat itu juga badan korban lemas dan tidak
sadarkan diri.
Melihat temannya sekarat, ke dua temannya tersebut di larikan ke rumah sakit
terdekat Rumah Sakit Pusura di jalan mayjen sungkono. Rupanya nasib sial masih
menimpa Mulyadi, di rumah sakit tersebut tidak mau menerima dan di sarankan
langsung ke rumah sakit RKZ. Belum sempat korban di rawat di rumah sakit
tersebut korban sudah menghembuskan nafas terakhir.
Pada saat itu juga pihak Rumah Sakit RKZ langsung menghubungi
Polsek Wonokromo. Setelah mendapat informasi tersebut Anggota Polsek wonokromo
langsung menuju ke rumah sakit RKZ. Untuk memastikan penyebab kematiannya,
korban akhirnya di bawa ke rumah sakit dr soetomo untuk dilakukan vitsum.
Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Akp. Agung Widoyoko menjelaskan, menurut keterangan kedua teman korban, meninggalnya di sebabkan karena serangan jantung . sebab, sebelum korban menghembuskan nafas terakhirnya. korban bercerita kepada kedua temannya kalau korban merasa sakit di dadanya, terang Agung sabtu 12/3.(TOM)
Editor : Pak RW