Massa berbaju motif doreng warna kuning dan hitam itu menumpang truk, motor dan roda empat. Mereka menutup jalan Ketampon tepat di depan Ruko yang ditempati kantor televisi swasta nasional itu.
"Metro TV yang menayangkan gambar pengembalian uang kepada negara berkali kali seakan dikaitkan langsung dengan La Nyalla, padahal itu gambar lama pada proses hukum sebelumnya," kata Korlap Aksi, Nurdin Longgari.
Massa juga menempel kertas berisi hujatan di depan kantor dan kendaraan SNG yang diparkir di depan kantor Metro TV Biro Surabaya, seperti "Metro TV tukang plintir berita", "Tayangan Metro TV tidak mendidik", dan sebagainya. Sempat terjadi kericuhan antara massa Pemuda Pancasila dan polisi yang mengamankan aksi massa.
Usai menemui perwakilan massa pendemo, Kepala Biro Metro TV Surabaya, Aksanul Ato' menyampaikan permohonan maaf, atas penayangan visual yang dimaksud massa pendemo. "Kami minta maaf atas penayangan gambar tersebut sebagai review agar pemirsa menerima informasi secara utuh," katanya.
Namun dirinya menolak meminta maaf terkait konten pemberitaan. "Soal konten pemberitaan, saya rasa kami sudah berimbang," terangnya.(TOM)
Editor : Pak RW