SURABAYA - SUARA PUBLIK. Bagi Agustina Aneke, berita di
media terkait penyenderaan yang dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf, merupakan
berita yang setiap hari membuat kesedihannya bertambah. Bagaimana tidak, salah
satu dari WNI yang disandera kelompok radikal tersebut adalah Petrus Karel
Aduard Kaya (44), yang merupakan anak pertamanya. Dirinya pun terus menangis di
rumah di jalan Manukan Peni A-4/24, Surabaya. Sebab hingga Minggu (03/04/2016)
kemarin, anaknya belum pulang meski dikabarkan sudah selamat. Lantas, dimana
Petrus Karel Aduard Kaya saat ini berada?
"Kemarin siang (Sabtu, 2 April 2016) jam 12.00 siang, saya dapat telepon
dari kakak saya (Petrus Karel Aduard Kaya, red). Katanya, dia sekarang berada
di Kantor Polisi Tawau. Katanya, kakak disana dalam kondisi selamat, sehat.
Tapi, kakak belum menyebut, kapan dia pulang. Karena dia cuma telepon bentar,
hanya 5 menit. Kami semua kaget, karena tahunya hanya ada 10 sandera, ternyata
kakak juga saya ikut disana," cerita Olivia Natalia, adik Petrus kepada
wartawan, Minggu (03/04/2016).
Olivia juga mengatakan, Ibunya sempat pingsan berulang-ulang saat awal-awal
mendengar kelompok tersebut menyandera seluruh awak kapal MV Massive 6. Sebab,
kapal itu adalah kapal yang menjadi tempat Petrus bekerja. Apalagi, Petrus
mengabarkan sudah berlayar sejak Desember 2015 lalu. "Tiap hari, kami
semua cemas dan hanya bisa berdo'a setiap kali melihat berita tentang
penyanderaan itu," ucapnya.
Namun, setelah dikabarkan ada penyenderaan 24 Maret 2016 kemarin, ternyata,
dikabarkan pula, dari seluruh korban sandera, ada 3 (tiga) orang yang dilepas.
Yaitu, Harwandi, warga Jakarta (kapten kapal), Ismail Ibrahim, warga Makasar
serta Petrus, warga Manukan Surabaya. Sebelumnya, ketiga orang ini disandera
bersama anak buah kapal (ABK) lainnya oleh kelompok Abu Sayyaf di Perairan
Ligitan Malaysia.
"Saya merasa senang setelah mendapat kabar dari dia (Petrus, red). Tapi,
saya tetap berdo'a, karena dia belum pulang hingga saat ini. Tapi, waktu
pertama kali anak saya jelasin sempat di sandera saya sempat pingsan, karena
saat itu, saya sedang di rumah sendirian. Pada saat ngabari, anak saya itu cuma
bilang, 'saya selamat mama. Mama nggak boleh susah. Sudah ya ma. Saya ini
posisi di kantor polisi. Jadi nggak bisa ngomong lama lama," kata Agustina
Aneke, ibu Petrus yang kemarin juga turut menemui wartawan.
Di rumah besar berlantai dua tersebut, ibu dan adik kandung Petrus, menunjukkan
foto-foto Petrus. Saraya menunjukkan foto Petrus, keduanya bercerita, jika Petrus
sudah menikah dan merupakan sosok pria yang bertanggungjawab kepada keluarga.
Sebab, ialah yang selama ini menopang semua kebutuhan semua keluarganya.(TOM)
Editor : Pak RW