suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Warga Ahcmad Jais di Rampok, Jari Putus, 80 Juta Melayang

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

SURABAYA - SUARA PUBLIK. Aksi perampokan menggemparkan warga Plampitan, Peneleh, Kecamatan Genteng Surabaya. Perampok benar benar sangat professional, sebab pelaku beraksi pada sore hari di jalan Ahmad Jais. Tepatnya di depan rumah nomor 12 yang merupakan tempat tinggal korban. Tidak hanya berhasil membawa kabur tas  milik korban yang berisi uang tunai 80 juta dan Hp beserta surat penting . Pelaku juga membacok tangan kanan korban tepat mengenai telapak tangganya. Jari telunjuk korban bahkan nyaris putus.

Sebenarnya, peristiwa itu terjadi Jumat (29/04/2016) sekitar pukul 16.00 Wib. Namun, keluarga korban baru melaporkan kejadian yang menimpanya, semalam. Sebab, atas luka yang dideritanya, korban yang diketahui bernama Gracia Anggrek (63), warga jalan Ahmad Jais no 12, Surabaya ini harus dilarikan ke rumah sakit Adi Husada Undaan untuk mendapatkan perawatan. "Kejadiannya pada saat tante saya mau masuk ke dalam rumah," kata Lucky, keponakan korban semalam.

Lucky dan warga sekitar menduga, korban dan sopirnya, Sukarno saat itu habis mengambil uang dari Bank BCA Baliwerti. Saat itu, korban dan sopirnya membawa mobil. Nah, pada saat hendak masuk ke parkir rumah, korban yang duduk di tengah sebelah kanan, turun. Pada saat itulah, ada dua pelaku menggunakan motor menghampiri korban. Dengan cepat, pelaku membacok tangan kanan korban yang saat itu membawa tas yang berisi uang 80 juta dan sebuah HP.

Saat korban teriak histeris minta tolong, barulah Sukarno sadar, bosnya tersebut dirampok. Warga pun semburat keluar rumah. Namun sayang, dua pelaku tersebut sudah kabur kearah Undaan. "Tante saya langsung dibawa ke rumah sakit (Adi Husada, red) oleh keluarga," beber Lucky.

Kapolsek Genteng Kompol Danny Yulianto membenarkan kejadian tersebut. Dari hasil keterangan sejumlah saksi yang dikumpulkan pihaknya, Danny menduga, korban sudah dikuntit pelaku sejak di Bank Baliwerti. Dan baru dieksekusi di TKP (depan rumah korban). Danny juga mengaku, pihaknya masih kesulitan mengidentifikasi para pelaku. Sebab, pemeriksaan terhadap saksi korban dan sopirnya, belum selesai. "Ini keduanya masih kita mintai keterangan. Yang pasti pelakunya dua orang dan bawa motor warna hitam," sebutnya.

Mantan Kapolsek Jambangan ini membenarkan jika korban mengalami luka bacok pada tangan kanan bagian telapak. Untuk kerugian, Danny menyebut, korban kehilangan uang tunai 80 juta dan sebuah HP senilai 2 juta. Jika ditotal, kerugian senilai 82 juta. Meski belum berhasil mengidentifikasi para pelaku, Danny sudah mengintruksikan seluruh anggotanya untuk memburu para pelaku berdasarkan keterangan sejumlah saksi.

Hingga semalam, korban dan sopirnya masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Genteng. Kejadian di Jalan Ahmad Jais ini menambah daftar panjang aksi bandit jalanan yang beraksi di Kota Surabaya, khususnya di Pusat Kota Surabaya.(TOM)

Editor :