SURABAYA - SUARA PUBLIK. Rupanya dendam tak berkesudahan belum pada antara supporter Suarabaya alias Bonek dengan Arema Malang. Bila Persebaya main di Malang, maka plat no kendaraan L asal Surabaya di swepping supoter Malang, demikian juga sebalaiknya.
Harus nya para tokoh Surabaya dan Malang berkumpul untuk mencari solusi agar hal ini tidak berlanjut. Harus sepak bola sebagai alat perekat dan pemersatu bangsa, bukan sebaliknya.
Sebanyak 42 orang suporter sepak bola diamankan dan
menjalani pemeriksaan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Puluhan
orang suporter ini diduga ikut terlibat dalam kerusuhan yang terjadi di akses
jembatan suramadu, pada kamis 05/5/2016 malam sampai jum'at dini hari kemarin.
Hingga jumat siang, puluhan suporter sepak bola yang terlibat kerusuhan dan
sweeping kendaraan bernomor polisi N atau asal malang, di akses jembatan
suramadu surabaya ini, masih menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Hingga saat ini, sebanyak 42 orang
suporter yang usianya sekitar 20 tahunan ini diamankan dan menjalani penyidikan
petugas.
Penyidikan yang masih terus berlangsung ini masih dititik beratkan pada
keterlibatan mereka dalam aksi anarkisme atau perusakan kendaraan maupun
fasilitas umum yang ada di akses jembatan suramadu. Meski sudah mengamankan 42
orang suporter, namun polisi masih belum menetapkan tersangka kepada mereka,
karena masih menunggu selesainya dilakukan pendataan dan masih dalam proses
penyidikan, unkap Kompol Yanuar Herlambang Waka Polres Pelabuhan Tanjung Perak
Surabaya, jum'at (06/05/2016)
Selain mengamankan puluhan suporter, polisi juga mengamankan barang bukti
belasan bongkah batu, mobil yang dirusak oleh suporter termasuk kendaraan truk
dalmas Polres Pelabuhan Tanjung Perak tidak luput menjadi korban pengerusakan
dan 37 unit sepeda motor diamankan dihalaman Mako Polres.(TOM)
Editor : Pak RW