SURABAYA - SUARA PUBLIK. Perang terhadap narkotika memang tidak ada habisnya, narkoba kini sudah menjadi gaya hidup warga perkotaan. Demikian juga hidup sekamar tanpa surat nikah alias kumpul kebo, seakan jadi trend gaya hidup. Melihat kebejatan moral ini, aparatur Negara bersatu padu untuk menanganinya. Sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo, untuk memberantas narkoba dan penyakit social masyarakat.
Pada hari kamis 19/5/2016 pagi tadi, aparatur negara yang
terdiri dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Jatim(BNNP) beserta Satpol PP di
bantu dengan jajaran samping Gartap dan Polrestabes Surabaya melakukan sidak
Yustisi di rumah kos mewah. Kos-kos an ini diduga sebagai tempat maraknya
peredaran Narkoba dan prostitusi selubung.
Razia ini dilakukan guna menyikapi meningkatnya kasus pencabulan dan prostitusi
terselubung serta menekan angka peredaran narkoba. Seringkali pecandu memanfaatkan
rumah kost untuk dijadikan ajang pesta narkoba.
Puluhan petugas gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP dan
BNNP Jawa Timur menggelar razia Yustisi dan Narkoba di sejumlah tempat kost
mewah di kota Surabaya, Kamis (19/5/2016). Rumah kost mewah yang menjadi
sasaran razia petugas gabungan kali ini yakni di kawasan Baratajaya no.111. Dilanjutkan
ke jalan Taman Arjuno yang dikenal sebagai rumah kost para pekerja tempat
hiburan malam.
Dirumah kos mewah dikawasan Baratajaya petugas mengamankan 3
perempuan yang positif mengkonsumsi Narkoba jenis inek dan 1 pasangan yang
tidak dapat menunjukan surat Nikah resmi. Sedangkan di kos mewah di jalan Taman
Arjuno petugas berhasil mengamankan 1 perempuan yang mana setelah di tes urine
positif mengkonsumsi Narkoba jenis inek. Seorang penari latar atau sexy dancer salah
satu diskotik elit di Surabaya.
Saat razia di kompleks rumah kost elit di Kawasan Jalan Taman Arjuno, yang
penghuninya kebanyakan pekerja malam, enggan membukakan pintu karena mengetahui
kedatangan petugas. Mereka tidak mengetahui kalau ada razia. Sehingga terlihat
bingung untuk menyelamatkan diri.
Kasi Operasional Satpol PP Kota Surabaya Joko Wiyono mengkatakan, razia
gabungan serupa rencananya akan terus dilakukan secara rutin. Guna menekan
angka prostitusi terselubung serta meminimalisir angka peredaran narkoba yang
semakin meningkat di wilayah kota Surabaya".tutup Joko Wiyono.(TOM)
Editor : Pak RW