suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

TPT Sempat Ambrol Tapi Diperbaiki, Terindikasi Rugikan Negara Minimal Rp500 Juta

Perbaikan TPT yang ambrol di duga memakai semen Dinamix Hijau
Perbaikan TPT yang ambrol di duga memakai semen Dinamix Hijau
suara-publik.com leaderboard

 

JOMBANG, (suara-publik.com) - Tembok Penahan Tanah (TPT) Proyek Preservasi Jalan Kabuh - Tapen yang dikerjakan PT Rama Abdi Pratama senilai kontrak Rp58 miliar diduga sempat terjadi ambrol. Pantauan suarapublik.com dilapangan menemukan sedikitnya ada 3 titik ambrol dengan diameter panjang 3 hingga 10 meter. 

Peristiwa TPT ambrol diperkirakan terjadi pada sepekan terakhir. Dari pantauan media ini, Senin, (8/1/2024), sejumlah titik TPT yang ambrol terlihat sudah diperbaiki. Sekalipun begitu, bekas perbaikan masih nampak kasat mata, sebab tampilan bangunan baru dan bangunan lama memunculkan perbedaan cukup mencolok. 

Ambrolnya sejumlah titik TPT tersebut belum diketahui secara persis apa penyebabnya. Sementara dugaan, ambrolnya TPT dipicu oleh curah hujan yang belakangan terbilang intens. Diluar faktor hujan, nyaris tidak ditemukan pemicu lain karena ruas tersebut sudah masuk tahap finishing. 

"Sehebat apapun curah hujan, harusnya tidak membuat TPT ambrol. Karena secara perencanaan, konsep kontruksi pasangan batu sudah dirancang untuk tahan hujan. Jadi ini bukan faktor curah hujan, tapi saya menduga karena campuran dan jenis semen yang digunakan tidak sesuai ketentuan, "tegas Pentolan LSM kepada Suarapublik.com.

Ia menilai, peristiwa ambrolnya sejumlah titik TPT tersebut mengabarkan bahwa konstruksi TPT ada masalah serius. "Masak baru beberapa bulan dikerjakan sudah terjadi ambrol. Itu kan menjelaskan bahwa ada masalah serius pada kekuatan TPT, dan itu mengerucut pada semen, "tuturnya. 

Pentolan LSM mengingatkan, ambrolnya TPT yang hanya terjadi pada sejumlah titik atau sebagian kecil bangunan TPT itu tidak berarti yang tidak ambrol terbilang kuat. Sebab, adonan perekat bangunan dibuat secara bersamaan dalam takaran bahan yang sama. Sehingga kekuatan seluruh TPT juga sama. 

"Tidak berarti TPT yang tidak ambrol lebih kuat dari yang ambrol. Bagaimana mungkin, wong luluh e (adonan perekat bangunan) dibuat bersamaan. Jadi kalau kasus ambrol terjadi pada sejumlah titik saja, itu hanya faktor kebetulan. Kuncinya ya uji lab, apa betul takaran semen sudah sesuai ketentuan, "tegasnya. 

Merujuk RAB proyek preservasi jalan Kabuh - Tapen senilai kontrak Rp 58 milyar, diketahui item pekerjaan pasangan batu (TPT) mencapai besaran 8.173,44 m3. Itu artinya, semen yang dibutuhkan berdasarkan ketentuan Permen PUPR 1/2022 adalah 1.651.034,88 kilogram atau setara 41.275 sak semen ukuran 40 kilogram. 

"Logikanya, kalau ketentuan Permen PUPR Nomer 1/2022 dijalankan atau dipenuhi, yakni per meterkubik pasangan batu diisi 202 kilogram semen atau setara 5 sak semen ukuran 40 kilogram, maka resiko TPT ambrol apalagi karena faktor hujan, sangat kecil kemungkinan bisa terjadi, "ujarnya. 

Ia menduga ambrolnya sejumlah titik TPT lebih dipicu karena kurangnya campuran semen pada konstruksi bangunan. "Urusan tehnis tidak bisa hanya dengan menduga-duga atau sekedar debat kusir. Jadi silahkan dilakukan uji lab untuk memastikan takaran semen pada perekat TPT sudah sesuai ketentuan atau belum, "tambahnya. 

Tidak hanya kekuatan TPT yang diragukan, tapi ia menilai bahwa dugaan penggunaan semen Dinamix Hijau pada konstruksi TPT sebesar 8.173,44 m3 itu juga memicu dampak kerugian negara cukup besar. Yakni 1.651.034.88 kilogram semen dikalikan Rp300 berarti Rp 495.310.464 atau hampir Rp500 juta. 

"Itu kalau selisih harga Dinamix Hijau dengan Semen Gresik hanya Rp 300. Kalau selisih per kilogram mencapai Rp 400 berarti terjadi kerugian negara Rp 660 juta. Itu pun dengan catatan tiap meterkubik pasangan TPT diisi 5 sak semen, bagaimana jika kurang dari itu? tentu kerugian negara lebih besar lagi, "tuturnya. (Dre)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper