suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Kepala Toko Gelapkan 48 Handphone Milik PT. Hacom Total Rp130 Juta, Ratih Irma Putri Jadi Pesakitan

Foto: Terdakwa Ratih Irma Putri (kiri bawah), Saksi Septi dan Saksi Dona Nur hidayat (kanan), sidang dengan agenda pembacaan dakwaan dan para saksi, di Pengadilan Negeri Surabaya secara Vidio Call, Kamis, (21/3/2024)
Foto: Terdakwa Ratih Irma Putri (kiri bawah), Saksi Septi dan Saksi Dona Nur hidayat (kanan), sidang dengan agenda pembacaan dakwaan dan para saksi, di Pengadilan Negeri Surabaya secara Vidio Call, Kamis, (21/3/2024)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com). - Sidang perkara pidana melakukan penggelapan barang handphone sebanyak 48 buah dengan berbagai merk, sehingga Toko Harapan Seluler Makmur (Hacom) Cabang Manukan merugi hingga Rp130 juta, dengan Terdakwa Ratih Irma Putri, dipimpin Ketua Majelis Hakim, Sarifudin Zuhri, di Ruang Tirta 1 Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call, Kamis, (21/3/2024).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) M. Mosleh Rahman dari Kejari Surabaya, menyatakan, Terdakwa Ratih Irma Putri, melakukan tindak pidana, dengan sengaja melawan hukum memiliki barang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, tetapi dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan, penguasaan terhadap barang disebabkan karena hubungan kerja, karena pencarian, karena mendapat upah untuk itu. "Sebagaimana di atur dan di ancam pidana dalam Pasal 374 KUHP."

Selanjutnya, JPU menghadirkan para saksi dipersidangan, Saksi Dona Nur hidayat dan saksi Septi. Dona mengatakan, "Saya mengenal Ratih teman kerja, dua di bagian promosi barang, bulannya saya lupa, dia gak bisa bawa motor, lalu dengan saya ke warung kopi Saya lihat satu orang, dalam tasnya itu berisi hp. Hp terjual kasir yang membuatkan DO dan surat keluar," terang saksi.

Saksi Septi mengatakan, "Memang saya yang nyetak, bayar ke saya kadang cas kadang transfer, benar Pernah transfer ke saya 10 juta, tapi saya lupa tanggalnya, ya dikurangi dari yang 130 juta itu,sekitar bulan Juni itu,

"ada yang masuk 10 juta, perhitungan 130 juta kerugiannya, itu hitungan dari siapa," tanya hakim.

"betul yang mulia, ada uang masuk 10 juta,130 juta perhitungan dari siapa, saya gak tau yang mulia," terang Septi.

Terhadap keterangan para saksi, Terdakwa Ratih membenarkannya, " benar yang mulia," katanya.

Diketahui, terdakwa Ratih Irma Putri bekerja sebagai karyawan kontrak PT Harapan Seluler Makmur (Hacom), 1 Oktober 2022, Juni tahun 2023 terdakwa diangkat secara lisan sebagai Kepala toko Harapan Seluler Makmur (Hacom) Cabang Manukan.
Setiap bulan mendapat gaji Rp3.500.000.

Tugas dan tanggung jawab terdakwa, promosi dan penjulan barang, melakukan order barang yang kosong ke pusat, pengecekan barang, mengatur penerimaan barang sesuai PO. mengontrol stok barang, pengecekkan barang nota dan uang dikasir, membuat penjualan setiap hari dan laporan omset,tanggung jawab barang yang hilang.

Setelah menjabat Kepala Toko, bulan Juni 2023, diberikan wewenang melakukan penjualan beberapa Hand Phone berbagai merk diantara merk Oppo, Samsung dan Vivo, harga yang sudah ditentukan perusahaan, penjualan secara cash atau kredit. 48 Handphone yang akan dijual dengan beberapa jenis, 13 handphone merk OPPO berbagai merk, 1 buah hp merk Realme, 21 hp merk Vivo berbagi type, 1 buah hp merk Xiomi. Dengan jumlah total Rp130.052.999.

Setelah handphone sebanyak 48 berbagai merk dikuasai terdakwa, bulan Juni 2023, terdakwa menghubungi Aini untuk dicarikan pembeli. Lalu Aini memberikan nomor hp an. Andi Kurniawan, Moh. Arif dan Moh. Imam ( DPO), lalu menghubungi dan membuat janji bertemu di Coffe Break Jalan Manukan Tama 53, tidak jauh dari tempat kerja terdakwa.

Kemudian melakukan transaksi jual-beli terdakwa membawa 48 hp terdiri 13 hp merk Oppo, berbagai merk, 1 buah hp merk Realme, 21 hp Vivo berbagi type dan 1 buah hp merk Xiomi.

Dijual dibawah harga pasar berkisar Rp500.000 - Rp1.000.000, dari hasil penjualan hp sebanyak 48, tidak disetor ke perusahaan. Namun, digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan Entertaiment

Berdasarakan audit dari Perusahaan, pada 22 Juni 2023, sejumlah handphone sebanyak 48 buah hilang dan tidak ada toko. Terdakwa menggunakan uang hasil penjualan 48 hp milik PT Harapan Seluler Makmur (Hacom) Cabang Manukan sebesar Rp130.052.999, untuk kepentingan kebutuhan sehari-hari dan entertaiment.

Akibat perbuatan terdakwa, PT Harapan Seluler Makmur (Hacom) Cabang Manukan menderita kerugian Rp130.052.999. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper